Panglima KPA Peureulak Sebut Perjanjian Damai yang Menguntungkan Aceh belum 3 Persen Terealisasi

semua perjanjian yang menguntungkan Aceh belum terealisasi, seperti bendera dan lambang Aceh, reintegrasi, hak dan kewenangan Aceh

Panglima KPA Peureulak Sebut Perjanjian Damai yang Menguntungkan Aceh belum 3 Persen Terealisasi
SERAMBI/SENI HENDRI
Acara silaturahmi dan bincang-bincang terkait isu terkini tentang UUPA yang dihadiri pengacara dan anggota KPA-PA Wilayah Peureulak, tokoh masyarakat, pemuda, dan aktivis perempuan Aceh Timur, di Peureulak, Jumat (17/11/2017). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur  

SERAMBINEWS.COM, IDI - Panglima KPA Wilayah Peureulak, Hamdani bin Hasan, mengatakan MoU Helsinki dan UUPA sangat berpengaruh terhadap masa depan generasi Aceh ke depan.

Hal ini disampaikan dalam silaturahmi dan bincang-bincang terkait isu terkini tentang UUPA yang dihadiri pengacara dan anggota KPA-PA Wilayah Peureulak, tokoh masyarakat, pemuda, dan aktivis perempuan Aceh Timur, di Peureulak, Jumat (17/11/2017).

Baca: Gugat UU Pemilu, DPRA Gandeng Yusril Sebagai Saksi Ahli

12 tahun pascaperdamaian Aceh, kata Hamdani, semua perjanjian yang menguntungkan Aceh belum terealisasi, seperti bendera dan lambang Aceh, reintegrasi, hak dan kewenangan Aceh.

“Semua perjanjian yang menguntungkan Aceh belum 3 persen pun terealisasi. Karena itu, apabila semua perjanjian ini tidak terealisasi maka perdamaian ini tidak ada harganya,” ungkap Hamdani.

Sedangkan Kamaruddin SH, selaku pengacara permohonan judicial review ke Mahkamah Konstitusi terkait dicabutnya, dua pasal UUPA, melalui UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, mengatakan, MoU Helsinki lahir karena perdamaian GAM dengan RI.

Baca: DPRA Ajak Eksekutif Kawal Advokasi UUPA

MoU merupakan produk damai Aceh untuk penyelesaian konflik Aceh.

Dalam MoU Helsinki, katanya, disebutkan bahwa setiap perubahan terhadap peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Aceh harus ada persetujuan dari DPRA.

Halaman
12
Penulis: Seni Hendri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved