Suka Maju Jadi Kampung KB

Desa Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Senin (20/11) dicanangkan sebagai Kampung

Suka Maju Jadi Kampung KB
ASISTEN II Setdako Subulussalam, Masri SP, mewakili wali kota bersama Kepala Perwakilan BkkbN Aceh, Drs Sahidal Kastri, membuka selubung pencanangan Desa Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, sebagai kampung KB, Senin (20/11). 

SUBULUSSALAM - Desa Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Senin (20/11) dicanangkan sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB) Maju Bersama. Pencanangan itu dilakukan Wali Kota Subulussalam H Merah Sakti SH diwaliki Asisten II Masri SP.

Turut hadir Kepala Perwakilan Badan Kependudukandan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Aceh Drs Sahidal Kastri MPd beserta Kabid Latbang Drs Saflawi TR MM, Kabid Dalduk Irma Dimyati SE MM, dan jajarannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Subulussalam dr Akmal, kepala SKPK, Camat Sultan Daulat, Mulyadi SIP beserta unsur Muspika dan undangan lainnya.

Masri dalam sambutan tertulis wali kota mengatakan program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) kepada masyarakat, Pemko Subulussalam memanfaatkan tenaga relawan. Mengenai Kampung KB, Masri menjelaskan, program nasional itu sangat penting. Sebab, pembangunan lintas sektor dapat berjalan terintegritas sehingga akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat.

Untuk itu ia meminta leading sektor untuk memfasilitasi kegiatan pembangunan di Kampung KB dan mengharapkan camat untuk menyurati wali kota tentang program apa yang dibutuhkan masyarakat. Kepala Perwakilan Bkkbn Aceh Sahidal Kastri mengatakan pada 2018 diharapkan 50 persen dari jumlah desa di Aceh akan memiliki Kampung KB. Untuk itu, menurut Sahidal, peran lintas sektor untuk menyukseskan program nasional ini sangat penting. Sahidal mencontohkan pembangunan yang terintegritas dilaksanakan di Kampung KB. Misal belum ada PAUD, maka Dinas Pendidikan memfasilitasinya.

“Begitu juga dengan Kemenag, melalui Kantor Urusan Agama kecamatan bersama BkkbN dapat melatih calon linto dan dara baro. Jika jalan belum ada, tugas dinas terkait untuk membangunnya. Saya juga berharap Pemko Subulussalam dapat segera membuat grand desain kependudukan,” pinta Sahidal Kastri dalam siaran pers yang diterima Serambi.

Camat Sultan Daulat Mulyadi mengatakan program Kampung KB sangat membantu pemerataan pembangunan masyarakat terutama sektor kesehatan. “Masyarakat kami butuh jalan setapak, bronjong, sarana air bersih, dan rehab berat pesantren,” kata Camat.(rel/jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved