SerambiIndonesia/

Tafakur

Mengutamakan Berkah

Sungguh, Allah menguji hamba dengan pemberian-Nya. Barangsiapa rela dengan pembagian Allah terhadapnya

Mengutamakan Berkah

Oleh: Jarjani Usman

“Sungguh, Allah menguji hamba dengan pemberian-Nya. Barangsiapa rela dengan pembagian Allah terhadapnya, maka Allah akan memberikan keberkahan baginya dan akan memperluasnya. Dan barangsiapa tidak rela, maka tidak akan mendapatkan keberkahan” (HR. Ahmad).

Pikiran kita kerap tergelincir dalam hal mencari rezeki. Maksudnya, yang paling dipentingkan dalam mencarinya adalah jumlahnya, tetapi melupakan berkahnya. Pola pikir seperti ini menimbulkan berbagai bahaya.

Kalau mementingkan jumlah harta, maka siapapun akan mengejar seberapapun yang mampu diraih. Terkadang untuk mencukupkan jumlah yang diharapkan, tak sedikit orang melakukan hal-hal yang diharamkan. Termasuk juga menyuruh orang lain untuk melakukannya, mulai dari mengutak-atik aturan hingga melaksanakan aturan yang tak menjunjung tinggi nilai-nilai yang ada dalam ajaran Islam. Akibatnya, sebahagian orang menjadi teraniaya.

Namun tidak demikian bila mengutamakan berkah Allah dalam mencari rezeki. Berkah artinya kebaikan yang berlanjut atau mendatangkan kebaikan dari Allah bagi kehidupan kita. Bagi yang mengutamakan berkah, segala yang dilarang Allah akan dijauhi agar rezeki yang diraih benar-benar halal atau tak mengandung unsur-unsur haram dan syubhat.

Bagi yang haram sudah jelas, tapi yang syubhat atau yang berada di antara haram dan halal tak semua orang mau peduli. Padahal telah diingatkan oleh Rasulullah, yang syubhat juga perlu dihindari. Sebagaimana dalam suatu hadits: “Maka barangsiapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agamanya dan kehormatannya.Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan” (HR. Bukhari & Muslim).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help