Sertifikat HGU PT CA Babahrot Segera Dikembalikan kepada Negara, Kenapa?

Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini memiliki luas HGU 7.516 ha berdasarkan sertifikat dari Menteri Agraria,

Sertifikat HGU PT CA Babahrot Segera Dikembalikan kepada Negara, Kenapa?
SERAMBINEWS.COM/DEDI ISKANDAR
Ilustrasi konflik sengketa lahan 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE -- Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) PT Cemerlang Abadi (CA) di kawasan Desa Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), dengan luas lahan mencapai 7.516 Hektare (ha) akan berakhir 31 Desember 2017 mendatang.

Manajemen perusahaan perkebunan kelapa sawit itu mengusulkan perpanjangan sertifikat HGU kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI untuk luas lahan 4.847 ha.

Sedangkan sisanya, 2.669 ha dikembalikan kepada negara.

(Baca: Toke Seuem Minta HGU PTPN I Ditinjau Ulang)

"Manajemen PT CA sedang menunggu keluar perpanjangan sertifikat HGU untuk lahan seluas 4.847 ha dari Kementerian ATR/Kepala BPN RI," kata Koordinator Kebun PT CA, Agus Marhelis ketika dihubungi Serambinews.com, Rabu (22/11/2017).

Perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut memiliki luas lahan HGU 7.516 ha berdasarkan sertifikat yang dikeluarkan Menteri Agraria tanggal 14 Januari 1984, berakhir 31 Desember 2017.

Agus Marhelis menjelaskan, Manajemen PT CA tidak lagi mengusulkan perpanjangan sertifikat untuk seluas 2.669 ha dengan alasan lahan tersebut sudah dikuasai masyarakat, kemudian dikembangkan sebagai lahan perkebunan kelapa sawit rakyat, termasuk lokasi pemukiman.

Lahan seluas 4.869 ha yang diiusulkan perpanjangan sertifikat HGU, sekitar 3.600 ha dianhtaranya sudah berproduksi kelapa sawit.

(Baca: LSM: Dua Perusahaan Perkebunan Langgar Izin HGU)

Sementara sisanya, 1.269 ha sudah ditanami kelapa sawit, tapi pertumbuhannya kurang sempurna.

"Tanaman yang tumbuh kurang sempurna tersebut, sedang dilakukan replanting atau penaman kembali," kata Agus Marhelis. (*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved