Lagi, Usaha Tunggak Pajak Diperingatkan

Anggota Satpol PP Banda Aceh dibantu personel Polresta Banda Aceh, Rabu (22/11), kembali menempel stiker

Lagi, Usaha Tunggak Pajak Diperingatkan
Petugas Satpol PP Kota Banda Aceh menempel stiker pengawasan pajak restoran di salah satu warung kopi di Jalan T Iskandar, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Selasa (21/11/2017). SERAMBI/M ANSHAR 

* Ditempel Stiker ‘Usaha dalam Pengawasan’

BANDA ACEH - Anggota Satpol PP Banda Aceh dibantu personel Polresta Banda Aceh, Rabu (22/11), kembali menempel stiker peringatan pada dua usaha yang menunggak pajak. Kedua usaha itu adalah Hotel Sei dan Mahli Baru Minimarket. Penempelan stiker ‘usaha dalam pengawasan’ itu merupakan peringatan ketiga bagi kedua tempat usaha tersebut.

Kepala Satpol PP Banda Aceh, Yusnardi SSTP MSi, kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, Hotel Sei di Jalan Tanoh Abee, Gampong Mulia itu menunggak pajak sejak Juli sampai September 2017 sebesar Rp 19.507.960. Sedangkan Mahli Baru Minimarket di Jalan T Iskandar, Gampong Ulee Kareng, menunggak pajak reklame dari tahun 2014-2016 sebesar Rp 1.230.975.

“Kami beri waktu 15 hari untuk membayar tunggakan meski dengan cara cicilan. Kalau lewat batas waktu itu, usaha tersebut akan kami segel,” tegas Yusnardi. Menurutnya, tindakan tegas itu sekaligus untuk menepis kesan selama ini bahwa Pemko tak maksimal dalam memungut Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak.

Amatan Serambi kemarin, kedua pemilik usaha tersebut mengaku akan melunasi tunggakan pajak mereka. Petugas Satpol PP yang turut didampingi pegawai Badan Pengelolaan Keuangan Kota (BPKK) menjelaskan kepada pemilik usaha terkait pentingnya pajak usaha, tunggakan, mekanisme pembayaran, hingga sanksi bagi mereka yang tidak melunasinya.

Selain itu, kemarin ada kejadian yang tidak lazim, dimana stiker pengawasan yang sehari sebelumnya ditempel anggota Satpol PP di Sewu Café, Jalan T Iskandar, Ulee Kareng, kemarin dicopot oleh pemilik kafe.

Mendapat informasi itu, petugas langsung bergegas mendatangi kafe tersebut untuk menempel stiker kembali. “Kami maafkan pemilik kafe itu, sebab mereka lakukan hal tersebut karena tidak tahu. Sebenarnya mencabut stiker pengawasan itu bisa disanksi pidana,” tukas Kasatpol PP Banda Aceh, Yusnardi SSTP MSi.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved