SerambiIndonesia/

Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I Branch Aceh mengantisipasi peningkatan konsumsi

Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg

BANDA ACEH - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I Branch Aceh mengantisipasi peningkatan konsumsi gas elpiji (LPG) 3 kg di Aceh dengan menambah alokasi sebanyak 66.640 tabung mulai 26-30 November. Penambahan ini dalam rangka persiapan menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW dan setelah maulid, Pertamina juga menambah lagi elpiji 3 kg 128.240 tabung, 2-16 Desember.

Unit Manager Communication and CSR MOR I, Rudi Ariffianto menyampaikan hal tersebut dalam siaran pers diterima Serambi, Senin (27/11). “Dengan adanya tambahan elpiji 3 kg ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh saat momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H. Sementara untuk alokasi normal harian di Aceh adalah 90.223 tabung per hari,” sebutnya.

Rudi menambahkan bagi masyarakat yang berhak mendapatkan elpiji bersubsidi, diimbau dapat membeli langsung di pangkalan. Hal itu agar harganya sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Pertamina menyediakan produk elpiji nonsubsidi yaitu Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 Kg, elpiji 12 Kg untuk kalangan mampu serta elpiji 50 Kg untuk pelaku usaha yang membutuhkan elpiji dalam jumlah besar.

“Gas elpiji 3 kg masih disubsidi dan ditentukan kuotanya oleh pemerintah, serta peruntukkannya hanya bagi kalangan tidak mampu. Di Aceh ketahanan suplai dan stok elpiji ditunjang dengan keberadaan 65 agen dan 2.416 pangkalan,” sebutnya.

Dikatakan, Pertamina terus berupaya menyalurkan elpiji kepada masyarakat sesuai peruntukannya dan apabila ada keluhan terhadap pelayanan Pertamina, maka dapat disampaikan melalui kontak Pertamina 1-500-000 atau melalui website www.pertamina.com.

Sementara itu, harapan PT Pertamina (Persero) agar harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar bisa mengikuti formula harga, sehingga harga BBM tersebut bisa naik di awal tahun depan harus dikubur dalam-dalam. Sebab pemerintah justru berencana mengubah formula harga BBM yang saat ini sedang digodok Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Apalagi Pertamina justru tidak diikutsertakan dalam penyusunan perubahan formula harga BBM tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pemasaran Pertamina, Muchamad Iskandar. “Bukan kami domainnya pemerintah-pemerintah,”ujar Iskandar ke KONTAN pada Minggu (26/11).

Pertamina pun hanya bisa mengikuti keinginan pemerintah dalam menetapkan harga BBM. “Ya itu kan kewenangan Pemerintah,” ujar Adiatma Sardjito, VP Corporate Communication Pertamina. (kontan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help