SerambiIndonesia/

Seribuan Wisman Islamic Cruise Pelesiran ke Banda Aceh

Masjid yang berdiri anggun di jantung Kota Banda Aceh ini telah memikat mata seribu lebih wisatawan mancanegera.

Seribuan Wisman Islamic Cruise Pelesiran ke Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI
Wisatawan Islamic Cruise disambut tarian etnik rapa-i geleng di Museum Tsunami. 

Laporan Nurul Hayati | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Masjid Raya Baiturrahman makin bersolek.

Wajah baru masjid yang disebut-sebut sebagai miniaturnya Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi ini menebar pesona hingga ke luar negeri.

Seperti pemandangan yang terlihat pada Senin, (27/11/2017).

Masjid yang berdiri anggun di jantung Kota Banda Aceh ini telah memikat mata seribu lebih wisatawan mancanegera.

Para wisatawan yang berpelesir dengan Kapal Pesiar Costa Victoria ini adalah penumpang Islamic Cruise (pelayaran Islam).

(Baca: VIDEO: Penumpang Costa Victoria Padati Museum Tsunami Aceh dan Masjid Raya Baiturrahman)

Mereka merapat ke dermaga Sabang di hari yang sama dan melanjutkan pelayaran dengan kapal feri menuju Banda Aceh.

Berasal dari negeri jiran seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, dan lainnya.

“Tertarik mengikuti trip ini karena mendengar Aceh kan Serambi Mekkah. Masjidnya top, macam di Arab saja” begitu aku wisatawan asal Kuala Lumpur, Ruseli dalam dialeg melayu

Taun dan puan itu pun berlomba-lomba swafoto (selfie) di Masjid Raya Baiturrahman

Kemegahan MRB yang bak miniatur Masjid Nabawi, di Arab Saudi langsung saja mencuri perhatian wisatawan.

"Ini Rumah Allah. No selfie please," pinta panitia dari wisatawan yang menumpang Kapal Pesiar Costa Victoria dalam dialek melayu.

Wisatawan yang berjumlah seribuan lebih itu melaksanakan zikir, shalat zuhur berjamaah, serta ceramah tentang sejarah Islam di Aceh.

Termasuk santap siang.

Selama sekitar 2 jam, wisatawan yang kebanyakan adalah paruh baya serta rombongan keluarga ini menyesaki MRB.

Meskipun gerimis, namun tak menyurutkan semangat para pelancong untuk berwisata religi.

Turis memenuhi saf shalat, lalu kemudian meluber ke pekarangan masjid yang dibentangi payung-payung elektrik.

(Baca: Turun dari Kapal Costa Victoria, Ratusan Wisatawan Disuguhi Silat Aceh dan Likok Pulo)

Sebelumnya turis yang melancong menggunakan bus lengkap dengan tour guide itu juga menyambangi Museum Tsunami.

Destinasi ‘wajib’ jika melawat ke Banda Aceh.

Di gedung rancangan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil tersebut wisman disambut atraksi tarian rapa-i geleng.

Tari etnik yang menggunakan rapa-i (sejenis gendang) yang dimainkan dengan cara ditabuh.

Usai berwisata sejarah dan wisata reliji, rombongan Islamic Cruise itu menutup pelesiran dengan berwisata belanja di Pasar Atjeh.

Ya, kembali dari pelesiran tanpa menenteng oleh-oleh adalah sebuah kesalahan. (*)

Penulis: Nurul Hayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help