Banjir Terjang 11 Kecamatan di Pidie

Hujan lebat yang mengguyur Pidie, Senin (28/11), menyebabkan sebelas kecamatan diterjang banjir luapan

Banjir Terjang 11 Kecamatan di Pidie
IST
Banjir di Gampong Cumbok Niwa, Kecamatan Sakti, Pidie,Senin (27/11) 

SIGLI - Hujan lebat yang mengguyur Pidie, Senin (28/11), menyebabkan sebelas kecamatan diterjang banjir luapan. Yakni kecamatan Tangse, Mane, Geumpang, Titeu, Keumala, Mutiara, Indrajaya, Pidie, Grong-grong, Kota Sigli, dan Kecamatan Sakti.

Meski air yang meluap sempat menerobos ke permukiman, namun tidak ada warga yang mengungsi, karena air mulai surut pada Selasa (28/11) pagi. Warga berharap, pemerintah menururnkan bantuan untuk pembersihan kawasan permukiman dan menyuplai air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos, mengatakan telah meninjau kawasan-kawasan yang tergenang banjir bersama Wakil Bupati Pidie. Menurutnya, meski banjir terjadi di sebelas kecamatan, namun tidak semua desa tergenang air.

“Banjir ini disebabkan kawasan hulu sungai dipenuhi sampah kayu, yang kemudian tersangkut di bendungan irigasi. Sehingga air meluap, menggenangi rumah warga,” kata Apriadi SSos.

Di Kecamatan Tangse, tercatat hanya empat gampong terkena banjir. Yakni Gampong Geuni, Blang Jeurat, Pulo Bungong, dan Pulo Baroh. Terkait jembatan Geuni yang abutmentnya patah beberapa hari lalu, kini telah dipasang leger supaya kendaraan bisa melintas, sementara menunggu pemasangan jembatan bailey.

Sedangkan banjir yang terjadi di Kecamatan Kota Sigli, melanda Gampong Blang Asan, akibat saluran tidak berfungsi. Banjir juga disebabkan luapan air sungai dari sekitar jembatan Blok Sawah. “Jembatan baru di Blok Sawah ini bangunannya terlalu rendah. Ditambah lagi bengkalai jembatan lama tidak diangkat saat pengerjaan jembatan baru. Sehingga aliran air sungai terhambat dan meluap ke permukiman penduduk,” kata Apriadi.

Di Kecamatan Sakti, tiga gampogn yang paling parah terdampak banjir yakni Gampong Cumbok Niwa, Cumbok Li, dan Dayah Lampoih Pisang. Ketinggian air di kawasan itu sempat mencapai satu meter pada Senin (27/11) malam. “Tiga desa tersebut memang langganan banjir karenanya letak dekat aliran sungai. Solusinya, tanggul harus ditinggikan,” kata Camat Sakti, Rizal SE yang rumahnya juga tergenang banjir luapan.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pidie, Drs Malek Kasem, menjelaskan, pihaknya terus menyalurkan bantuan masa panik untuk kawasan terdampak banjir, dan meminta pihak gampong dan kecamatan segera menyerahkan data para korban.

“Hingga saat ini belum semua kecamatan yang terkena banjir tersalurkan bantuan masa panik, karena kami belum menerima data lengkap jumlah warga dan desa-desa yang mengalami banjir. Kami masih menunggu pendataan dari petugas TKSK di masing-masing kecamatan,” katanya.

Kepala badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos, juga meminta BNPB Aceh melakukan pengadaan alat berat khususnya jenis beko untuk semua BPBD di seluruh Aceh. Sebab menurutnya, selama ini BPBD kabupaten kewalahan mancari alat berat yang siap kapan saja untuk diterjunkan ke lapangan saat terjadi longsor dan membersihkan sampah di ketikan banjir sungai.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help