SerambiIndonesia/

Gratis Pemeriksaan Gigi di Unsyiah

Bagi warga Banda Aceh dan sekitarnya yang ingin memeriksa kesehatan gigi secara gratis

Gratis Pemeriksaan Gigi di Unsyiah
www.shutterstock.com
Ilustrasi 

* Hari Ini Terakhir

BANDA ACEH - Bagi warga Banda Aceh dan sekitarnya yang ingin memeriksa kesehatan gigi secara gratis, hari ini, Rabu (29/11) dipersilakan datang ke Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unsyiah, Banda Aceh. Pasalnya, sejak kemarin, Senin (27/11) hingga hari ini ada pemeriksaan gigi gratis di sana.

Kegiatan itu kembali diadakan Pepsodent bekerja sama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) sebagai rangkaian penutup kegiatan memperingati Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN). Kegiatan ini sudah dimulai sejak 12 September 2017 dan tersebar di 62 titik se-Indonesia, termasuk di Banda Aceh tiga hari terakhir ini.

Head of Oral Care PT Unilever Indonesia Tbk, Mirza Roesli dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan ini di RSGM FKG Unsyiah, Senin (27/11), mengatakan BKGN sudah jadi agenda tahunan mereka yang setiap tahun mengangkat tema berbeda-beda.

“Tahun ini BKGN mengusung tema ‘Merdeka dari Gigi Berlubang’. Kami mengajak keluarga Indonesia memeriksakan kesehatan gigi secara teratur serta memilih asupan camilan bertekstur dan bernutrisi seimbang. Ini merupakan komitmen kami dalam memberikan perlindungan terbaik untuk kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia,” kata Mirza Roesli seperti dikutip lewat siaran pers kepada Serambi kemarin.

Sementara itu, Dekan FKG Unsyiah, Dr drg Zaki Mubarak mengucapkan terimakasih karena setiap tahun kegiatan BKGN dilaksanakan di FKG Unsyiah, sehingga memberi kesempatan kepada masyarakat memeriksa serta melakukan perawatan gigi secara gratis.

“Selama 3 hari pelaksanaan, kami mempersiapkan 108 tenaga kesehatan gigi yang terdiri dari para dosen, dokter gigi residen, dan tenaga bantuan dari mahasiswa FKG Unsyiah untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat Aceh mendapatkan perawatan kesehatan gigi gratis dalam kegiatan BKGN 2017 yang bermanfaat ini,” kata Zaki Mubarak.

Sedangkan Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, drg Ratu Mirah Afifah yang juga hadir pada acara itu, mengatakan camilan manis dan lengket, seperti cokelat, pastry, dan permen yang paling digemari anak-anak berisiko terhadap gigi berlubang.

“Mengonsumsi camilan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan gula terutama yang lengket dapat menurunkan derajat keasaman mulut. Setelah mengonsumsi makanan yang manis, derajat keasaman mulut turun hingga di bawah pH kritis 5,5 dalam hitungan menit dan tetap rendah hingga 1 jam setelahnya. Bila terjadi terus menerus kondisi ini menyebabkan hilangnya mineral pada gigi dan mengakibatkan terjadinya gigi berlubang,” jelas drg Ratu Mirah.

Karena itu, ia menganjurkan masyarakat memilih asupan camilan makanan bertekstur seimbang yang berserat, berkadar air serta berkalsium tinggi, seperti produk susu dan turunannya. Menurut drg Mirah, tekstur lembut dari ragam camilan yang marak dijumpai saat ini membuat anak kurang berlatih mengunyah, sebaliknya makanan yang berserat akan lebih lama dikunyah.

“Gerakan mengunyah merangsang aliran kelenjar ludah yang merupakan pembersih alami rongga mulut dan menetralisasi keasaman di dalamnya. Edukasi mengenai pentingnya memilih asupan camilan yang seimbang ini diharapkan dapat diterima masyarakat melalui rangkaian acara BKGN 2017,” harap drg Ratu Mirah. (sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help