SerambiIndonesia/

Tafakur

Kehidupan Sempit

Barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya ia akan menjalani kehidupan yang sempit

Kehidupan Sempit

Oleh: Jarjani Usman

“Barangsiapa berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya ia akan menjalani kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. Ta Ha: 124).

Telah banyak orang yang disumpah untuk menduduki jabatan tertentu. Selanjutnya banyak juga bermunculan doa-doa atau ucapan selamat dari orang-orang dekat agar yang dilantik mampu mengemban tugas atau amanah dengan baik. Namun, yang tak jarang terjadi, pengemban jabatan tidak mau memilih jalan keselamatan.

Soalnya, bila memilih jalan keselamatan, ada rambu-rambu yang harus dipatuhi. Menyuap tidak boleh. Menggelembungkan harga tidak boleh. Meminta fee dari para kontraktor tidak boleh. Menjual proyek tidak boleh. Padahal semua itu sumber-sumber yang mendatangkan kekayaan diri. Bahkan, keuntungannya jauh berkali lipat lebih besar dibandingkan yang berasal dari gaji yang halal.

Terjadilah pergolakan di dalam hati antara memilih jalan keselamatan atau memperturutkan hawa nafsu. Bagi kebanyakan orang, pergolakan itu seringkali berakhir dengan memenangkan pilihan kedua, yaitu memperturutkan hawa nafsu. Inilah pertanda bahwa harta dunia memang sangat kuat tarikannya terhadap hati kita manusia.

Namun memilih memenangkan hawa nafsu harus menanggung resiko besar. Di samping telah berpaling dari peringatan Allah, juga bisa membuat diri tertarik untuk mengulanginya. Bila terus diulangi, maka akan hilang rasa malu untuk berbuat dosa dan hilang juga penerang dari jalan yang lurus. Dalam keadaan demikian, siapapun akan mudah berbuat apa saja, tak ada lagi penghalang di hatinya. Tak mudah lagi melihat kebenaran. Seakan-akan itulah jalan kehidupan. Begitulah keadaan orang yang memilih kehidupan yang sempit, baik di dunia, alam kubur dan akhirat kelak.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help