SerambiIndonesia/

Telkomsel Kampanye ‘Internet Baik’

Setelah pada 2016, tahun ini Operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel kembali mulai mengampanyekan

Telkomsel Kampanye ‘Internet Baik’
ADITA IRAWATI, Vice President Corporate Communications Telkomsel 

BANDA ACEH - Setelah pada 2016, tahun ini Operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel kembali mulai mengampanyekan InternetBAIK di 15 kota di Indonesia, termasuk Banda Aceh. Seruan tentang penggunaan internet secara BAIK (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif) melalui guru, orang tua murid, dan anak-anak dalam workshop bertema “Cara Keren Edukasi Siswa dan Anak”.

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati mengatakan dalam kegiatan dalam bentuk Corporate Sosial Responsibilty (CSR) Telkomsel ini juga untuk menyosialisasi jurnalisme warganet dan pembuatan video singkat. Tujuannya untuk mendorong banyak komunitas memproduksi konten positif dan inspiratif.

Menurutnya, #InternetBAIK merupakan bentuk kontribusi dan kampanye Telkomsel dalam menciptakan ekosistem digital yang positif di Indonesia. “Kegiatan ini melibatkan berbagai stakeholders (pemangku kepentingan) dalam pelaksanaannya. Di tahun 2016, program ini telah melibatkan 2.800 guru dan orang tua murid, 54 sekolah, 900 murid, dan 550 duta #InternetBAIK yang akan membantu proses edukasi ke masyarakat,” tulis Adita lewat siaran pers kepada Serambi kemarin.

Adita menjelaskan #InternetBAIK yang pertama kali diselenggarakan 2016, merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial Telkomsel sebagai penyedia layanan seluler terdepan di Indonesia. Respon yang di dapat dari program ini pun sangat baik, dan hal ini kembali meyakinkan Telkomsel untuk terus mengedukasi masyarakat Indonesia perihal penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat memberikan nilai tambah.

“Tahun ini, #InternetBAIK menghadirkan konsep baru terkait pendidikan cyber wellness yang disebut Pendidikan Kewarganegaraan Digital Indonesia. Harapannya bisa membantu para guru dan orang tua dalam membimbing dan mendamping anak-anak dan generasi muda agar dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi secara baik dan tidak melupakan nilai-nilai kepribadian bangsa,” jelasnya.

Selain itu, kata Adita, program ini juga diharapkan mampu mengajak lebih banyak pihak mewaspadai sejak awal terhadap hal-hal negatif di ranah digital seperti cyberbullying, berita hoax, pornografi dan cybercrime.

Di tahun kedua penyelenggarannya, Telkomsel kembali melibatkan Yayasan Kita dan Buah Hati yang sejak 1998 telah fokus dalam kegiatan konsultasi, pendampingan, pelatihan dan advokasi seputar isu keluarga dan pengasuhan anak; ICT Watch sebagai organisasi penggagas awal gerakan digital literasi “Internet Sehat” sejak 2002 dan Kakatu, sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk memproteksi dunia digital anak agar terhindar dari kecanduan gawai, permainan online dan konten negatif lain di dalamnya.

Adapun kepanjangan dari kata BAIK dalam sosialisasi ini adalah Bertanggungjawa. Artinya memanfatkan internet secara tepat sesuai norma dan etika. Aman berarti pengguna internet terlindungi dari segala potensi kejahatan dan dampak buruh dari Internet. Inspiratif artinya mendorong pemanfaatan internet untuk hal-hal yang positif dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pengguna dan orang di sekitarnya. Sementara kreatif berarti menciptakan ekosistem digital yang produktif sebagai wadah pengembangan daya cipta dan kreasi yang bermanfaat secara luas bagi masyarakat.

“Kami membuka kolaborasi dengan berbagai komunitas dan pemangku kepentingan terkait, sehingga kampanye ini bisa berkembang menjadi sebuah gerakan sosial yang meningkatkan awareness masyarakat luas mengenai pentingnya penggunaan Internet BAIK,” demikian Adita. (sal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help