SerambiIndonesia/

Salam

Banda Aceh juga Harus Siap Sambut Sail Sabang

Rangkaian kegiatan Sail Sabang 2017 sudah berlangsung sejak Selasa (28/11) hingga 5 Desember nanti

Banda Aceh juga Harus Siap Sambut Sail Sabang
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Atraksi marching band dari Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Indonesia memukau penonton Kirab Budaya Sail Sabang 2017, di Sabang, Rabu (29/11/2017) sore. 

Rangkaian kegiatan Sail Sabang 2017 sudah berlangsung sejak Selasa (28/11) hingga 5 Desember nanti. Perhelatan atraksi wisata unik perpaduan budaya daerah dan bahari ini diprediksi akan berlangsung meriah dan megah. Gaung Sail Sabang sudah jauh-jauh hari diharapkan mampu memantik minat wisatawan Nusantara dan mancanegara untuk ikut memeriahkan kegiatan bertaraf internasional tersebut.

Sail Sabang diharapkan berlangsung sukses dan mampu memberi dampak positif bagi kemajuan destinasi wisata Sabang, juga sebagai upaya memperkenalkan Sabang sebagai salah satu destinasi bahari terindah di Indonesia.

“Sail Sabang ini wajib sukses, nggak gampang lho mewujudkan Sail Sabang ini. Makanya ini harus berlangsung sukses. Lokasi Sabang ini jauh, tapi semuanya terjun untuk mewujudkan Sail Sabang 2017, ini harus sukses,” kata Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar RI, Prof Dr Ir Dwisuryo Indroyono Soesilo MSc saat berkunjung ke Newsroom Serambi Indonesia.

Menurutnya, pariwisata adalah industri paling cepat menghasilkan uang dan perputaran ekonomi masyarakat. “Di dunia pariwisata ini tidak usah dibikin-bikin, cukup tunjukkan saja barang yang ada. Jika kita tidak bisa manfaatkan, ini sangat rugi,” ujarnya.

Pergelaran Sail Sabang 2017 kali ini, menurut Dwisuryo Indroyono, melibatkan multistakeholder juga lintas kementerian ikut membantu untuk menyukseskannya. Salah satu yang ikut membantu adalah Kementerian Perhubungan yang mendatangkan puluhan bus, pembangunan toilet umum, dan pengadaan mobil tangki air.

Benar saja, wisata ini memang industri yang paling cepat mendatangkan duit. Buktinya, salah satu dampak tak langsung dari Sail Sabang 2017 ini adalah kedatangan banyak turis dari negara tetangga. Namun, karena di Sabang tak banyak yang bisa mereka nikmati, kecuali laut dan pantai, makanya kebanyakan mereka mendarat ke Kota Banda Aceh.

Di sammping mengunjungi beberapa objek menarik di ibukota provinsi ini, seperti Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, dan lain-lain, yang paling penting adalah wisata belanja. Mereka berkunjung ke Pasar Aceh berbelanja banyak barang sebagai oleh-oleh untuk mereka bawa ke negaranya. Para wisatawan ini juga mengunjungi sejumlah tempat makan khas Aceh, minum kopi sepuas-puasnya. Dan ini tidak bisa mereka dapatkan di Sabang.

Oleh sebab itulah, Kota Banda Aceh merupakan wilayah yang tak bisa dipisahkan dengan kegiatan Sail Sabang. Penginapan, tempat makan dan jajan, toko souvenir, dan lain-lain adalah tempat-tempat yang akan menjadi sasaran kunjungan wisatawan.

Maka, Banda Aceh juga bagian harus bersiap untuk menyukseskan Sail Sabang. Fasilitas-fasilitas publik di kota ini, termasuk WC-WC di pelabuhan, di terminal, di masjid-masjid, di warung-warung semuanya harus bersih.

Yang kalah penting adalah para warga, pedagang, tukang becak, tukang ojek, sopir taksi, dan lain-lain di kota ini menyiapkan sikap untuk menyambut mereka dengan senyum dan keramahan yang islami. Sebab, sesungguhnya keramahan itulah salah satu pemikat turis untuk senantiasa datang ke sini.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help