Kemenag: Perjalanan Umrah Transit Menggunakan Dua Maskapai, Itu Pelanggaran

"Regulasi yang berlaku, transit tetap menggunakan maskapai yang sama. Cenderung ada kebiasaan travel berganti maskapai ketika melakukan transit,"

Kemenag: Perjalanan Umrah Transit Menggunakan Dua Maskapai, Itu Pelanggaran
IST
Garuda Indonesia, Boeing sei 747-400 

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Direktorat Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI mengingatkan agar calon jamaah umrah tidak menggunakan biro perjalanan yang memakai dua maskapai.

"Regulasi yang berlaku, transit tetap menggunakan maskapai yang sama. Cenderung ada kebiasaan travel berganti maskapai ketika melakukan transit," kata Kabid Direktorat Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI, M Arfie Hakim ketika membuka Umrah Fair 2017 di Medan, Kamis (30/11/2017).

Ditegaskannya, bila ada biro perjalanan yang berganti maskapai, bisa dipastikan biro perjalanan itu bermasalah.

"Karena itu pelanggaran. Ada yang salah dengan izin travelnya," lanjut Arfie.

Kemenag saat ini sedang menyusun regulasi baru terkait ibadah haji dan umrah sebagai antisipasi penipuan oleh oknum travel. Salah satu yang digagas ialah penetapan batas waktu keberangkatan hanya enam bulan.

"Batas keberangkatan dari pendaftaran hanya enam bulan. Bila lewat, travelnya dikenakan sanksi," tegasnya.

Arfie juga meminta masyarakat lebih cerdas dalam memilih biro perjalanan ibadah. Kemenag sendiri sudah menyediakan website khusus daftar biro perjalan berizin. Sayangnya website ini jarang dikunjungi, sehingga masyarakat masih muda terjebak dengan travel bodong.

"Harus diingat pula, uang yang dikumpulkan penyelenggara ibadah itu sebagai operasional. Jadi jangan dibelikan Ferrari, main batu bara. Harga anjlok, jamaah yang jadi korban," tukas Arfie. (*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved