SerambiIndonesia/

Tafakur

Rasa .

Hidup ini akan sungguh akan terasa nikmat bila mampu mengelola rasa. Untuk mengelolanya

Rasa .

Oleh: Jarjani Usman

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. ar-Ra’d: 28).

Hidup ini akan sungguh akan terasa nikmat bila mampu mengelola rasa. Untuk mengelolanya, perlu menyingkirkan rasa-rasa yang mengganggu. Caranya telah ditunjukkan dalam Alquran dan hadits.

Misalnya, bila ingin hadir rasa tenteram dalam hidup ini, kita diajak untuk menyingkirkan rasa iri atau dengki terhadap apa yang dimiliki orang lain, seperti harta kekayaan, pangkat, jabatan, dan kenikmatan. Rasa iri terhadap kekayaan orang lain menimbulkan rasa tersiksa dengan perasaan gundah atau sakit di hati kita, sehingga bisa terdorong untuk melakukan apa saja agar seperti orang lain. Makanya banyak orang menjadi koruptor karena tak mau menyingkirkan rasa iri hati.

Bila membuncah rasa iri kita terhadap kenikmatan hasil korupsi dan menjual barang haram, ingatlah bahwa sesungguhnya itu rasa nikmat yang palsu. Apalagi banyak jatah orang banyak telah dirampas paksa. Juga, rasa nikmat hasil perbuatan seperti itu mendatangkan murka Allah, sehingga lambat atau cepat akan dibalas dengan azab dengan penderitaan panjang.

Berbeda dengan insan yang pandai mensyukuri rasa nikmat yang Allah berikan dan bertaqwa. Allah akan selalu dirasakan hadir dalam setiap langkahnya. Sehingga akan berusaha untuk menjauhi rasa-rasa yang mengganggu rasa tenang dalam mengingat Allah. Juga akan menyingkirkan rasa-rasa yang mengganggu hubungan baik dengan sesama manusia.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help