SerambiIndonesia/

Myopia Boom, Fenomena Meningkatnya Populasi Anak Berkaca Mata Pengidap Rabun Jauh

Untuk dua kelainan mata ini, penyebabnya bermacam-macam. Mulai dari faktor keturunan, kejadian baru, dan juga infeksi.

Myopia Boom, Fenomena Meningkatnya Populasi Anak Berkaca Mata Pengidap Rabun Jauh
Google
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM - Dari penelitian Doni Widyandana tentang penyakit mata pada anak, ada dua gangguan terbesar yang dialami anak, yaitu gangguan refraksi di mana anak harus mengguankan kacamata dan kelainan lensa mata atau katarak.

Untuk dua kelainan mata ini, penyebabnya bermacam-macam. Mulai dari faktor keturunan, kejadian baru, dan juga infeksi.

Doni yang baru saja mendapat penghargaan Orbis Medal untuk penelitiannya di The European Society of Catarat and Refractive Surgeons (ESCRS), Lisbon, Portugal itu menyebutkan bahwa jika orang tua memiliki riwayat kecacatan pada mata, hal itu dapat menurun ke anaknya.

Namun, tidak menutup kemungkinan jika mata orang tua normal, anaknya mengalami kondisi kelainan pada mata.

"Infeksi biasanya terjadi pada kelainan lensa, katarak. Kebanyakan karena virus rubella TORCH (Toxoplasa, Rubella, Cytomegalovarius, and Herpes implex Virus) atau virus kucing, itu tetap banyak," kata Doni.

Dia mengungkapkan, semua persoalan kelainan pada mata dicegah sejak ibu mengandung.

"Perlu dicatat, 80 persen penyakit itu dapat dicegah. Jadi, angka (kasus kelainan pada anak dengan angka tertinggi yakni refraksi dan katarak, red) itu dapat ditekan 80 persen dengan pencegahan," tegas Doni.

Riset menunjukkan adanya Myopia Boom, meningkatkan populasi anak yang mengalami rabun jauh.

Salah satu faktor utama yang makin membuat The Myopia Boom melesat naik adalah gaya hidup anak. Dalam satu dekade belakangan, anak-anak cenderung menghabiskan waktu dengan menatap layar monitor terlalu lama.

"Kalau seperti itu, mereka cenderung melihat dekat terlalu sering, apalagi sambil tiduran. Atau berjam-jam melihat televisi. Faktor radiasi dan kebiasaan melihat dekat itu yang merusak mata," jelas Doni.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help