SerambiIndonesia/

4 Pasangan Bakal Bertarung di Pijay

Pilkada Pidie Jaya (Pijay) yang akan berlangsung pada tahun 2018 nanti diperkirakan bakal diramaikan oleh empat pasangan

4 Pasangan Bakal Bertarung di Pijay
MUSMAN, Ketua KIP Pijay 

* Dari Jalur Indepeden dan Parpol

* Satu Pasangan tak Penuhi Syarat Dukungan

MEUREUDU - Pilkada Pidie Jaya (Pijay) yang akan berlangsung pada tahun 2018 nanti diperkirakan bakal diramaikan oleh empat pasangan bakal calon kepala daerah. Dua pasangan maju melalui jalur independen dan dua pasangan lagi maju melalui jalur parpol.

Sebenarnya, untuk jalur independen, hingga batas akhir penyerahan berkas dukungan, 29 November 2017, ada tiga pasangan yang menyerahkan berkas ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pijay.

Mereka adalah Muhammad Yusuf atau lebih dikenal Sop Kreh Kroh berpasangan dengan Ir H Anwar Ishak. selanjutnya H Ridwan Abdullah berpasangan dengan Mahdi Ibrahim SE MSi, serta Tgk Muhibuddin yang berpasangan dengan HM Yusuf Ibrahim (mantan Wakil Bupati Pijay priode sebelumnya).

Tetapi sebagaimana informasi yang diperoleh Serambi dari Ketua KIP Pijay, H Musman SH, Jumat (1/12), satu pasangan dinyatakan tidak memenuhi syarat karena jumlah fotokopi KTP dukungan yang diserahkan tidak sesuai dengan jumlah yang dipersyaratkan sebanyak 4.728 KTP.

“Dari hasil verifikasi administrasi, yang memenuhi syarat adalah pasangan Muhammad Yusuf-Ir H Anwar Ishak dan Tgk Muhibbudin-HM Yusuf Ibrahim. Sedangkan H Ridwan Abdullah-Mahdi Ibrahim tidak memenuhi syarat atau dengan kata lain, fotokopi KTP yang diserahkan tidak cukup,” ungkap Musman.

Untuk diketahui, Muhammad Yusuf-Ir H Anwar Ishak menyerahkan fotokopi KTP dukungan sebanyak 5.097 lembar, Tgk Muhibbudin-HM Yusuf Ibrahim menyerahkan sebanyak 5.423 lembar, dan pasangan H Ridwan Abdullah-Mahdi Ibrahim sebanyak 3.652 lembar.

Musman menegaskan, untuk pasangan yang tidak memenuhi syarat tidak bisa melakukan perbaikan lagi karena batas waktu untuk melakukan perbaikan telah habis. “Jika tidak terima dengan keputusan KIP, boleh menemui Panwaslih,” pungkasnya.

Terhadap dua pasangan lainnya yang memenuhi syarat, berkas KTP dukungan yang diserahkan selanjutnya akan dilakukan verifikasi faktual ke lapangan, terhitung sejak 12-25 Desember. Apabila dari hasil verifikasi memenuhi syarat, KIP mempersilahkan kedua pasangan untuk mendaftar ke KIP sebagai calon bupati dan wakil bupati.

“Pendaftaran sebagai calon bupati dan wakil bupati kita buka dari tanggal 8-10 Januari 2018. Baik untuk pasangan yang maju melalui jalur independen maupun jalur partai politik,” terang Musman.

Selain dua pasangan bakal calon dari jalur perseorangan, penelusuran Serambi, ada dua pasangan lain yang akan maju melalui jalur partai politik (parpol). Keduanya adalah, Tgk H Aiyub Abbas berpasangan dengan H Said Mulyadi SE MSi (petahana), dan Ir H Yusri Yusuf (Yusri Melon) berpasangan dengan Saifullah.

Pasangan Aiyub Abbas dan H Said Mulyadi (petahana) diusung oleh empat partai, yaitu Partai Aceh (PA), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan PPP kubu Romi. Sedangkan pasangan Yusri Yusuf dan Saifullah diusung tiga partai, yakni NasDem, PNA, dan PPP kubu Djan Faridz.

Di luar partai-partai tersebut, sebenarnya masih ada beberapa partai lain yang memiliki satu kursi di DPRK tetapi belum menentukan sikap. Apabila partai-partai ini bersatu, masih memungkinkan mengusung satu pasangan lagi, mengingat syarat mengusung calon di Pijay menimal harus memiliki empat kursi.

Namun sampai sekarang masih belum kelihatan akan ada pasangan calon lain yang akan maju di Pilkada Pijay. Karena itu, kemungkinan besar partai-partai tersebut akan memutuskan memberikan dukungannya kepada salah satu pasangan yang maju melalui jalur parpol.(ag/yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help