SerambiIndonesia/

7 Nominator Sayembara Himne Aceh Ditetapkan

Panitia dan dewan juri sayembara himne Aceh di DPRA akhirnya menetapkan tujuh nominator pemenang

7 Nominator Sayembara Himne Aceh Ditetapkan
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Ketua Banleg DPRA, Abdullah Saleh dalam konferensi pers tentang sayembara himne Aceh di DPRA, Selasa (17/10/2017). 

BANDA ACEH - Panitia dan dewan juri sayembara himne Aceh di DPRA akhirnya menetapkan tujuh nominator pemenang sayembara himne Aceh, setelah sebelumnya dilakukan penjurian presentasi dan demonstrasi karya himne Aceh yang telah dikirim ke pihak panitia.

Penetapan tujuh nominator itu disampaikan Ketua Steering Commite (SC) Sayembara Himne Aceh, Abdullah Saleh, kepada Serambi, Jumat (1/12).

“Alhamdulillah kita telah berhasil melakukan penilaian, dan akhirnya kita menetapkan tujuh peserta nominasi peserta sayembara himne Aceh. Ini kita umumkan kepada masyarakat dan khususnya peserta, sebagaimana telah kita umumkan untuk tahap-tahap sebelumnya,” kata Abdullah Saleh yang juta Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRA.

Sebagaimana diketahui, sejak 20 November, sebanyak 15 orang dewan juri melakukan penilaian terhadap 85 karya himne Aceh kiriman 85 orang/kelompok dari seluruh Aceh. Setelah itu, pada 27-28 November, ke-85 peserta kemudian melakukan presentasi dan demonstrasi secara terbuka di gedung utama DPRA, di hadapan sejumlah masyarakat yang hadir.

“Tujuh nominasi ini ditetapkan oleh dewan juri setelah melewati proses penilaian yang panjang. Selanjutnya untuk pemenang utama akan diumumkan oleh panitia dan dewan juri paling lambat satu minggu setelah pengumuman tujuh nominasi ini diumumkan,” sebut Abdullah Saleh.

Politisi Partai Aceh ini juga menyebutkan, panitia dan dewan juri juga memberi waktu sanggah kepada masyarakat Aceh, terhadap tujuh karya himne Aceh yang telah ditetapkan sebagai nominasi tersebut. Waktunya, kata Abdullah Saleh, 2-5 Desember mendatang, siapa saja boleh menyanggah dengan datang langsung ke DPRA atau melalui email dpraceh@gmail.com.

“Boleh memberi masukan tentang karya yang telah ditetapkan sebagai tujuh nominasi itu. Misalnya, karya itu sudah pernah dipublikasi, sudah pernah diproduksi, atau musiknya duplikat. Sejak pengumuman pertama sudah kita sampaikan ke publik, bahwa karya harus benar keasliannya, tidak boleh duplikat,” sebutnya.

Soal penilaian dewan juri, sebut Abdullah Saleh, pihaknya di DPRA telah merekrut sebanyak 15 dewan juri yang profesional dan capable (mampu) dan profesional. Bahkan, DPRA merekrut 15 juri yang terdiri atas akademisi, budayawan, seniman, ulama, dan juga pemerhati sosial. “Dari berbagai komponen yang kita rekrut menjadi dewan juri, beberapa orang juga ada yang profesor dan doktor, bahkan ketua dewan juri adalah rektor ISBI,” pungkas Abdullah Saleh.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help