SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Mengenal Lev Yashin, 'Sang Laba-Laba Hitam' di Poster Resmi Piala Dunia 2018

Dikutip dari laman resmi FIFA, poster ini merupakan karya artis Rusia, Igor Gurovich. Igor menggambarkan profil sang legenda

Mengenal Lev Yashin, 'Sang Laba-Laba Hitam' di Poster Resmi Piala Dunia 2018
The Sun
Istri Lev Yashin, Valentina berdiri di sebelah poster sang suami. 

SERAMBINEWS.COM- Poster resmi Piala Dunia 2018 telah resmi diluncurkan pada Selasa, (28/11/2017) lalu. Dalam poster tersebut, terpampang wajah kiper sepakbola terbaik Rusia yang juga berjulukan "sang laba-laba hitam", Lev Yashin.

Sang penjaga gawang ini merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Rusia. Yashin, yang empat kali tampil di Piala Dunia, saat ini masih jadi satu-satunya kiper yang berhasil mendapatkan Ballon d'or.

Yashin tampil di poster itu dengan pakaian khasnya, kaus dan celana berwarna hitam plus topi. Kostum tersebut kerap dia gunakan saat berada di lapangan hijau dan menjadi ciri khas dirinya.

Poster tersebut pun jelas bergaya retro yang turut diperkuat dengan pemilihan warna yang digunakan.

Lev Yashin
Lev Yashin (Youtube.com)

Dikutip dari laman resmi FIFA, poster ini merupakan karya artis Rusia, Igor Gurovich. Igor menggambarkan profil sang kiper legendaris yang tengah menggapai sebuah bola. Bola itu juga terbagi dua bagian, di mana salah satunya menggambarkan daratan Rusia jika dilihat dari angkasa.

Pemilik nama lengkap Lev Ivanovich Yashin ini lahir di Moskwa, Uni Soviet, 22 Oktober 1929. Dia meinggal pada usia 60 tahun di Moskwa, 20 Maret 1990. Selama karirnya, Yashin merupakan kiper rusia yang paling dicari karena kemampuannya. Namun dia tetap setia pada klub Moscow Dynamo.

Dikutip dari laman RBTH, selama hidupnya, Yashin menghabiskan 22 musim ( 1949-1970) di tim. Dalam kesehariannya, pria ini ternyata memiliki hobi memancing. Dimana pun dan kapan pun dia punya waktu maka dirinya akan memancing. Jika dia memancing sebelum pertandingan, maka timnya akan menang.

Hobi memancing bukanlah pelarian semata bagi dirinya. Yashin sangat detil bahkan turun tangan dalam mengumpulkan umpan. Dia tak segan mengorek tanah untuk mencari cacing, menggali sampah hingga mengumpulkan belatung.

Usai memancing, biasanya dia akan memasak ikan hasil tangkapannya untuk anak-anaknya ketika istrinya sedang bekerja.

Meskipun cemerlang dalam segala hal, Yashin memiliki ketergantungan serius terhadap rokok yang pada akhirnya berpengaruh pada kesehatan sang legenda.

Dikutip dari tulisan berjudul Lev Yashin, legendary 'Black Spider' of Soviet soccer, disebutkan Yashin merokok sejak masih kanak-kanak pada masa Perang Dunia II dan dia tak bisa mengatasinya. Dalam sehari, dia menghabiskan 4 bungkus rokok. Hal ini membuat dirinya menderita tukak lambung. Dia bahkan harus membawa baking soda kemana-mana untuk jaga jaga jika penyakitnya kumat.

Banyak kisah fenomenal dalam perjalanan kariernya, setelah pertandingan final Kejuaraan Eropa pada tahun 1960, dirinya pernah diajak untuk pindah dari Dynamo.

Saat itu dia diberi cek dan bebas menulis berapapun jumlah yang diinginkan. Teman-temannya pada saat itu berkata, "tulislah jumlah yang akan membuat bulu kuduknya berdiri".

Lelaki yang memberikan cek itu menanggapinya dengan tersenyum dan menjawab.

"Saya benar-benar siap untuk membayar uang kepadanya, bahkan jika saya harus menjual semua berlian keluarga saya  dan berhutang. Tapi jumlahnya tidak mencukupi, sebab pada  kenyataannya Mr. Yashin sangat bernilai,  seperti mahakarya pelukis terbaik di museum Prado,".

Penulis: Fatimah
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help