SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Gol Dianulir, Pemain Cedera

Kuala Nanggroe (KNFC) gagal memetik poin penuh atas PSDS Deliserdang setelah hanya bermain 0-0 di laga pembuka

Gol Dianulir, Pemain Cedera

* KNFC Ditahan PSDS

MEDAN - Kuala Nanggroe (KNFC) gagal memetik poin penuh atas PSDS Deliserdang setelah hanya bermain 0-0 di laga pembuka babak 32 besar nasional Liga 3 di Stadion Citarum, Jawa Tengah, kemarin. Hasil ini memaksa kedua tim harus habis-habisan pada dua pertandingan sisa.

KNFC yang menurunkan skuad terbaiknya berhasil mendikte permainan PSDS. Umpan pendek yang dikombinasikan bola panjang yang mengarah langsung ke jantung pertahanan lawan cukup membuat traktor kuning frustasi di awal laga. Bahkan, ketika pertandingan baru bejalan 25 menit, Arif Fanigah sudah berhasil menjebol gawang PSDS setelah memanfaatkan bola reborn tembakan Nanda Lubis.

Tapi belum sempat gol ini dirayakan, wasit Hadi Suroso langsung menganulirnya karena menganggap posisi Faingah off-side. Jelas keputusan ini diprotes kubu the red white karena menganggap wasit asal Semarang ini kurang jeli dalam mengambil keputusan. “Itu gol sah, tidak ada pemain kami yang berada di posisi off-side,” lapor pelatih KNFC, Azhari.

Namun Azhari meminta pemainnya tidak larut dalam melakukan protes. Secara khusus ia menginstruksikan Martunis BA cs melanjutkan permainan dengan tetap mempetahankan determinasi tinggi. Sayangnya skenario serangan yang cukup rapi ini dirusak dengan gaya permainan keras yang diperagakan pasukan Deliserdang.

Permainan rap-rap ini bahkan memakan korban tiga pemain. Arif Fanigah, Ramadhana dan Ihsan Ayub harus ditandu ke luar lapangan sebelum permainan berakhir. Tim medis masih memantau kondisi ketiganya untuk mengetahui seberapa parah cedera yang didapat.

Bagi PSDS skor kaca mata ini cukup adil. Sejak awal mereka sudah mengakui keunggulan KNFC. Apalagi sebelumnya mereka dihajar 2-1 ketika beruji-coba di Lubukapakam, bulan lalu. “Yang sangat kami disayangkan, kami gagal memaksimalkan dua peluang. Padahal tinggal berhadapan dengan kiper mereka,” keluh pelatih PSDS Deliserdang, Dosman Sagala.

Kedua tim saat ini mengumpulkan angka sama, satu. Bila ingin peluang promosi ke Liga 2 tetap terjaga, kedua tim harus mampu menyapu bersih dua laga sisa. Sementara dalam pertandingan kedua, Persewar Kabupaten Waropen, Papua, harus bermain seri dengan Matra Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Laga ini berakhir imbang 0-0.

Kuala Nanggroe FC maupun PSDS Deliserdang sama-sama mengeluhkan jadwal pertandingan yang dimulai pukul 13.00 WIB. Cuaca yang sangat terik sangat menguras stamina pemain sehingga taktik permainan tidak berjalan maksimal. “Anak-anak kelelahan, sangat terik. Tidak pernah kami bermain jam satu siang,” keluh pelatih PSDS Deliserdang, Dosman Sagala, kemarin.

Diakuinya faktor cuaca sangat memengaruhi gaya permainan anak asuhnya. Ia pun tak sungkan mengambinghitamkan suhu terik ini sebagai penyebab kegagalan memetik kemenangan.

Keluhan serupa juga dilontarkan Azhari, juru taktik Kuala Naggroe FC. Para pemain diakuinya terlihat kelelahan karena bermain di suhu yang sangat tinggi. “Kita tidak tahu apa alasan PSSI memilih jam satu siang. Mungkin karena kami hanya peserta Liga 3,” ungkap Azhari.

Selain itu, ia juga menyoroti kualitas lapangan yang sangat buruk. Permukaan lapangan yang tidak merata, tidak hanya membuat alur bola tidak bisa diprediksi, tapi juga berpotensi membuat pemain cedera.

Meski begitu, KNFC tidak berniat mengajukan protes terkait jadwal maupun kondisi lapangan yang tidak memenuhi standar itu. “Mau protes ke mana, ya jalani sajalah,” tuturnya.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help