SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Hamdi Bangga Main di Kampung Halaman

Miftahul Hamdi merasa bangga dapat mengenakan seragam timnas Indonesia. Dia juga bangga karena bisa bermain

Hamdi Bangga Main di Kampung Halaman
Miftahul Hamdi

* Indonesia vs Mongolia

BANDA ACEH - Miftahul Hamdi merasa bangga dapat mengenakan seragam timnas Indonesia. Dia juga bangga karena bisa bermain di kampung halamannya saat Aceh World Solidarity Cup (AWCS) 2017, di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya.

Pemain yang kerap disapa Hamdi adalah putra asli Sigli, Pidie. Hamdi menimba ilmu sepak bola di Banda Aceh sejak berusia 14 tahun. Kini Hamdi bisa kembali ke Aceh karena menjadi bagian dari skuad Merah Putih dalam turnamen berhadiah Rp 550 juta. “Suatu kebanggaan bisa bermain di kampung halaman sendiri dengan memakai jersey Garuda di dada. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Miftahul dikutip dari PSSI.org.

“Semoga saya juga bisa memuaskan warga Aceh yang sudah datang ke stadion nantinya kalau diberikan kesempatan bermain oleh pelatih,” imbuh Hamdi.

Miftahul Hamdi kembali berpeluang mendapatkan kesempatan dari Luis Milla, pelatih tim nasional Indonesia saat pertandingan menghadapi tim nasional Mongolia di Stadion Harapan Bangsa, nanti malam. Dalam duel pertama Sabtu (2/12) malam, pemain Bali United itu tampil apik ketika menyerang pertahanan timnas Brunei Darussalam.

Seperti diketahui, dalam duel pembuka, Septian David Maulana dkk berhasil menang telak atas atas tim nasional Brunei Darussalam, 4-0. Hasil tersebut menempatkan Febri Hariadi dkk berada di posisi puncak dengan nilai tiga. Di peringkat kedua, Kirgizstan juga mengantongi tiga poin. Ya, dalam perlagaan awal, Azamat dkk sukses membungkam perlawanan Mongolia 3-0.

Nah, dengan koleksi sama, tentu saja negara pecahan Uni Soviet itu menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Untuk itu, tak ada pilihan lain selain bisa menjaga tren positif. Ya, Muhammad Hargianto dkk wajib memenangkan duel itu. Apalagi, peluang tersebut terbuka lebar mengingat Mongolia baru saja kalah.

Untuk partai kedua, juru latih timnas Indonesia asal Spanyol, Luis Milla mengungkapkan, dirinya akan memberikan kesempatan kepada Evan Dimas Darmono untuk mengisi starting eleven. Pada pertandingan sebelumnya pemain asal Surabaya, Jawa Timur ini duduk di bangku cadangan. “Kami butuh Evan main seratus persen lawan Mongolia yang merupakan tim yang keras,” kata Milla, Sabtu (2/12) malam dalam konferensi pers di ruang media centre Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya.

Menurut Milla, strategi menghadapi Brunei tentu saja berbeda saat akan melawan Mongolia. Menyadari partai kedua terhitung berat, makanya Milla memilih pemain Bhayangkara FC itu. Apalagi, jarak pertandingan di suatu turnamen sangat dekat. Sehingga, dirinya butuh pemain dalam kondisi fit beserta prima.

Melawan Mongolia nanti malam, Luis Milla tetap mempertahankan komposisi pemainnya seperti Ilija Spasojepic sebagai target-man. Lalu Septian David Maulana, Febri Haryadi, Miftahul Hamdi, dan Hansamu Yama. Dengan formasi itu, dia akan menginstruksikan pemainnya melakukan penguasaan bola hingga ke wilayah pertahanan Mongolia. “Kita yakin bisa kembali merebut kemenangan,” tegasnya.

Bintang timnas asal klub Persib Bandung, Febri Haryadi secara terbuka menegaskan, mereka siap untuk mengatasi perlawanan dari timnas Mongolia. Baginya beserta rekan satu tim tak ada masalah bermain malam hari. “Kami siap menundukkan Mongolia,” ungkap Febri.

Sementara arsitek Mongolia, Michaell Wess dalam konferensi pers secara terbuka mengaku, kekuatan tuan rumah Indonesia sangat tangguh. Ia menilai, hanya Indonesia dan Kirgizstan yang benar-benar memiliki materi mumpuni. Pernyataan Wess terbukti ketika timnnya dihajar 0-3 oleh Kirgizstan dalam partai pembuka.(tribunnews/min)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help