SerambiIndonesia/

Jangan Ada Upacara ala Militer

Pihak kepolisian mengimbau eks kombatan GAM tidak menggelar peringatan milad hari ini, 4 Desember

Jangan Ada Upacara ala Militer
GOENAWAN,Kabid Humas Polda Aceh 

* Warning Polda Aceh pada Milad GAM

BANDA ACEH - Pihak kepolisian mengimbau eks kombatan GAM tidak menggelar peringatan milad hari ini, 4 Desember yang melanggar undang-undang. Pelanggaran dimaksud seperti mengibarkan bendera atau upacara bergaya militer.

“Jangan ada upacara ala militer, pakai seragam, mengibarkan bendera, memberi penghormatan. Itu bertentangan dengan perundang-undangan, bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tidak ada seremonial bergaya militer, baik itu secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan kepada Serambi, Minggu (3/12).

Polda Aceh menyarankan, milad GAM sebaiknya diisi dengan kegiatan-kegiatan sosial seperti pada peringatan milad tahun lalu, yakni doa bersama, menyantuni anak yatim, renungan bersama. “Kegiatan seperti ini lebih bagus dan berkesan dari pada upacara bergaya militer yang menggunakan atribut mantan pejuang GAM atau ada pengibaran bendera bintang bulan,” jelas Goenawan.

Lantas, bagaimana jika ada pihak-pihak tertentu atau pun eks kombatan GAM yang tetap menggelar upacara atau pengibaran bendera bintang bulan pada peringatan milad, Kombes Goenawan menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan melakukan pemeriksaan dan tindakan, karena hal itu sudah melanggar aturan dari NKRI.

“Memang tidak ada pengamanan secara khusus, tapi besok (hari ini-red) anggota akan kita sebar, terutama ke tempat-tempat pelosok yang jauh dari markas polisi. Kita sebar ke lokasi-lokasi yang kemungkinan akan dijadikan sebagai tempat upacara milad GAM secara sembunyi-sembunyi,” katanya.

Selama ini, lanjut Goenawan, pihak kepolisian juga sudah menggelar patroli sabara dialogis, pendekatan secara persuasif, dan berdialog dengan sejumlah eks anggota GAM di sejumlah wilayah. Pada intinya, polisi tetap mengimbau agar tidak melakukan hal-hal yang bisa melanggar hukum. “Kita sepakat dengan instruksi juru bicara Partai Aceh, Adi Laweung, bahwa tidak ada pengibaran bendera, ikuti instruksi PA Pusat,” sebut Goenawan.

Selain itu, polisi juga melarang para netizen di dunia maya untuk memposting foto-foto pengibaran bendera ke akun media sosial, seperti instagram, facebook, dan akun-akun lainnya.

“Jangan upload, share foto-foto itu untuk melakukan politik eksistensi bahwa masih ada gerakan. Itu tidak perlu, semuanya sudah selesai, kita sudah damai dan sepakat untuk membangun Aceh dan meneruskan perdamaian di Aceh,” demikian Kombes Goenawan yang akan berakhir masa tuganya di Aceh pada 7 Desember mendatang dan akan dimutasi ke Mabes Polri. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help