SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Kembali Menang

Timnas Republik Kirgizstan membawa misi melanjutkan tren positif ketika melawan Brunei Darussalam

Kembali Menang

* Kirgizstan vs Brunei Darussalam

BANDA ACEH - Timnas Republik Kirgizstan membawa misi melanjutkan tren positif ketika melawan Brunei Darussalam dalam partai kedua turnamen sepak bola internasional Aceh World Solidarity Cup, di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, nanti sore.

Peluang besutan Igor Kudrenko untuk melanjutkan kemenangan sangat terbuka lebar. Ya, lawan mereka baru saja menelan kekalahan telak ketika bertemu tuan rumah Indonesia, Sabtu (2/12) malam. Tanpa ampun tim merah putih menang 4-0. Tentu saja, hasil buruk di tarung perdana akan dimanfaatkan mereka.

Sementara negara pecahan Uni Soviet tersebut sedang dalam posisi menguntungkan. Dalam partai pembuka turnamen berhadiah Rp 550 juta, Baimatov Azamat dkk menang 3-0 atas tim Mongolia. Dengan demikian, mereka tentunya ingin mempertahankan konsistensi dalam permainan.

Kemenangan itu membuat mereka berada di bawah timnas Indonesia di klasemen sementara. Meski sama-sama mengantongi nilai tiga, skuad Kirgizstan kalah dalam produktivitas gol. Guna mengamankan target juara, mereka akan berusaha keras untuk menang lagi.

Jujur saja, dari empat negara peserta di turnamen edisi pertama ini, Kirgizstan boleh berbangga diri. Ya, peringkat mereka paling tinggi dibandingkan Indonesia, Mongolia, dan Brunei Darussalam. Karena itulah, pelatih timnas Mongolia, Michaell Wess mengakui, kalau kekuatan Kirgizstan paling meyakinkan di turnamen tersebut.

Dengan kekuatan 22 pemain, ternyata timnas Kirgizstan didominasi pemain dari klub Alay. FC Alay merupakan salah satu klub terbaik di kompetisi Liga Kirgizstan. FC Alay merupakan klub yang saat ini berada di kasta tertinggi Liga Kirgizstan yang berasal dari kota Osh.

Beberapa kali FC Alay mengganti nama mereka. Awalnya, nama FC Alay adalah the City of Osh. Pemain-pemain Timnas Kirgizstan yang berasal dari FC Alay antara lain Kalysbek Akimaliev, Ilyaz Alimov, Akram Umarov, Murolimzhon Akhmedov, serta Odilzhon Abdurakhmanov.

Bukan rahasia lagi, kedatangan mereka ke turnamen ini membawa misi untuk juara. Pengakuan terbuka dilontarkan manajer tim Kirgizstan, Azamat Alykulow ketika tiba di Bandar Sultan Iskandar Muda, Rabu (29/11) pagi. Azamat menilai, hanya timnas Indonesia saja yang akan menjadi lawan sepadan bagi mereka selama turnamen ini berlangsung.

Lalu, bagaimana dengan peluang timnas Brunei? Jujur saja, mereka sepertinya kesulitan untuk mengimbangi permainan lawan. Bermateri pemain muda untuk Asia Games 2018 di Jakarta-Palembang, Razimeie dkk harus bekerja keras selama 90 menit guna menghentikan laju tim Kirgizstan.

Apalagi, mental mereka rontok pascakekalahan memalukan dari timnas Indonesia. Ya, dalam pertandingan awal, Brunei Darussalam terpaksa menyerah 0-4. Empat gol kemenangan Garuda dilesatkan Hansamu Yama Pranata, Fahruddin Arianto, Septian David Maulana, dan Yabes Roni. (ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help