SerambiIndonesia/

Ketika Hari Ibu Jadi Ajang Penyampaian Aspirasi Kaum Perempuan Kepada Wagub Aceh

"Tolong Pak, kasus-kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan diproses tidak dengan qanun. Tapi dengan undang-undang perlindungan anak. "

Ketika Hari Ibu Jadi Ajang Penyampaian Aspirasi Kaum Perempuan Kepada Wagub Aceh
SERAMBI/NANI HS
Wagub Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan kata sambutan dalam peringatan Hari Ibu ke-89 di Anjong Monmata, Banda Aceh, Senin (4/12/2017). 

Laporan Nani HS | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM - "Hari ini saya merasa dikerjai oleh kaum ibu dengan sekian pertanyaan menyangkut hak-haknya. Tapi tidak, ini demi Hari Ibu, tidak dikerjai kok. Saya bangga ada warna-warni yang indah dan lembut mewarnai Anjong Monmata pagi ini. Tak ada yang harus kita katakan kecuali bersyukur kepada Allah Swt, yang telah menjaga perempuan, ibu kami, anak perempuan kami. Tapi memang faktanya hari ini kekerasan terhadap perempuan masih terjadi disana-sini. Saya sebenarnya malu pada diri. Sebab itu atas nama pemerintah dan diri saya sendiri, saya minta maaf," kata Wagub Aceh, Nova Iriansyah, Senin (4/12/2017).

Hal tersebut disampaikan Wagub Aceh dalam peringatan Hari Ibu ke-89, kerjasama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Aceh, Balai Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Aceh, juga dukungan Bank Aceh, di Anjong Monmata, Banda Aceh.

Mungkin gegara kalimat bernilai empati itu pula membuat sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan yang 90 persen perempuan itu, bersemangat, terlebih ketika wagub menyatakan pihaknya akan merespon saran dan permintaan tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan Aceh.

Baca: Khairani Arifin Ingin Bangun Rumah Besar Perempuan Aceh, Ini Rekomendasi Duek Pakat Inong Aceh 

"Saya mengerti tentang derita perempuan Aceh, terutama korban kekerasan. Itu sebabnya saya dan Gubernur Irwandi mencari simpul dan akar masalahnya. Ternyata, kekerasan terjadi antara lain akibat dari kemiskinan, kurangnya sandang pangan, dan lain-lain. Yang paling menyedihkan, kekerasan itu terjadi oleh orang-orang dekat korban pula," keluh Nova.

Menurutnya, salah satu pemicunya adalah kondisi tempat tinggal yang sempit. Akhirnya ayah, anak, abang, kakak, bahkan menantu tidur di tempat yang sama. Mengatasi itu, pemerintah telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah, 2018, untuk pembangunan 6.000 rumah sehat layak huni.

"Bila ini terwujud, inilah hadiah untuk kaum ibu Aceh," tegas Nova.

Nova juga memberikan beberapa janji untuk kemaslahatan kaum perempuan dan anak yang sedapatnya direalisasikan pada 2018. Termasuk memberi fasilitas mobilisasi bagi Dinas Perberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak Aceh.

Masih dalam sesi Dialog Mendengar Suara Perempuan Bersama Bapak Gubernur Aceh Didampingi SKPA Terkait. Dalam acara tersebut, Gubernur Aceh berhalangan hadir.

Halaman
1234
Penulis: Nani HS
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help