SerambiIndonesia/

KPA Asahan Protes Adi Laweung

Imbauan Juru Bicara Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA) Suadi Sulaiman alias Adi Laweung agar mantan kombatan

KPA Asahan Protes Adi Laweung
SERAMBINEWS.COM/M NAZAR
Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi SH MM, didampingi Kasat Intelkam, Iptu Andi Permadi, memperlihatkan 890 lembar 890 lembar Bintang Bula di Mapolsek Grong-grong, Sabtu (2/12/2017). 

IDI - Imbauan Juru Bicara Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA) Suadi Sulaiman alias Adi Laweung agar mantan kombatan GAM tidak mengibarkan Bintang Bulan pada milad GAM 4 Desember, mendapat protes keras dari Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Asahan, Aceh Timur, Muhammad alias Amat Lembeng.

Menurut Amat Leumbeng, Adi Laweung, tidak berhak mengimbau kombatan GAM, karena ia bukan pimpinan GAM. “Tapi kalau Mualem yang menyampaikan, kami siap tunduk, karena dia merupakan pimpinan kami,” pungkas Amat Leumbeng yang secara khusus menelepon Serambi, Minggu (3/12).

Baca: Mualem, Abu Razak, dan Ratusan Eks Kombatan Peringati Milad Ke-41 GAM di Meureu

Ia menegaskan bahwa 4 Desember merupakan hari bersejarah bagi bangsa Aceh. Karena itu, Adi Laweung tidak berhak melarang kombatan GAM mengibarkan Bintang Bulan. “Adi Laweung lebih baik diam dan tak banyak komenter,” tegasnya.

Selaku Panglima GAM Wilayah Asahan, Amat Leumbeng mengaku telah mengintruksikan jajaran KPA wilayah Asahan agar mengibarkan Bintang Bulan pada 4 Desember. “Jika bertentangan dengan Pemerintah Pusat, saya siap bertanggungjawab,” ucap Amat Leumbeng.

Sementara itu, mantan petinggi GAM wilayah Langkat, Budi Pang Sumatera, mengatakan, dirinya belum menerima peunutoh (perintah) dari siapa pun soal larangan pengibaran bendera bulan bintang jelang peringatan milad 4 Desember.

“KPA dan PA itu adalah wadah yang berbeda. Peunutoh yang kami terima itu dari KPA, bukan PA. Ini yang harus diingat,” ujar Budi Pang Sumatera. “Semestinya KPA yang memberi peunutoh ke PA, bukan sebaliknya,” tambah dia lagi.

Baca: Identitas Aceh, Suci dalam Debu

Yang perlu diingat, kata Budi, bendera Bintang Bulan adalah bendera Aceh. Bendera ini sudah disahkan oleh DPR Aceh melalui qanun dan kemudian dilembar-Aceh-kan. “Jadi semestinya polemik sudah selesai. Bendera ini milik rakyat Aceh. Serahkan kepada rakyat mau dikibarkan atau tidak. Jangan ada lagi yang larang-larang,” tegasnya.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help