SerambiIndonesia/

Milad GAM Tetap Seperti Biasa

WAKIL Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak mengatakan

Milad GAM Tetap Seperti Biasa
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak. 

WAKIL Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak mengatakan, peringatan milad GAM tahun ini tetap dilakukan seperti biasa. Pihaknya tetap menggelar kegiatan doa bersama, menyantuni anak yatim, silaturahmi sesama kombatan GAM, dan beberapa kegiatan lain.

“Milad tetap seperti biasa, kalau masalah tidak boleh ini tidak boleh itu seperti soal bendera, kita memang sudah tahu. Jadi hana peureulee jak peugah nyan, kita sudah damai dan ini bukan kali pertama kita memperingati milad GAM,” kata Abu Razak saat diwawancarai Serambi, Minggu (3/12).

Soal tidak boleh menaikkan bendera, Abu Razak mengatakan pihaknya cukup menghormati, sebagaimana juga itu adalah instruksi dari pimpinan tertinggi PA dan KPA, Muzakir Manaf atau Mualem. “Tapi ini tentu ada batasnya, karena bendera ini sebenarnya sudah menjadi produk hukum sudah disahkan oleh DPRA. Jika kita pegang hukum, kita pakai pengacara internasional, kita yang menang soal ini,” kata Abu Razak.

Namun, katanya, hal itu tak perlu dilakukan. Menurutnya, saat ini pihaknya sepakat untuk terus menjaga perdamaian Aceh yang telah terwujud sejak 12 tahun silam. Perdamaian di kedepakan, begitu juga dengan semua perjanjian yang telah disepakati oleh GAM dan RI di Helsinki pada 2005. “Jika dibilang mau gelar upacara dengan baju loreng, itu nggak ada,” sebutnya.

Selaku eks GAM, lanjut Abu Razak, pihaknya juga akan terus menjaga perdamaian yang telah terwujud saat ini. Ia meminta pihak-pihak yang kekhawatriannya berlebihan terkait milad GAM jangan terkejut dengan peringatan milad GAM hari ini. “Sudah 12 tahun, kita tetap saling menghormati. Tapi soal bendera, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat harus ada solusi, karena ini sudah diketok palu,” sebutnya.

Ditanya bagaimana jika hari ini ada eks kombatan GAM yang sengaja menaikkan bendera atau bahkan menggelar upacara bergaya militer, Abu Razak mengatakan itu adalah oknum. Menurutnya, tidak ada instruksi pimpinan untuk itu. “Tapi jika ada satu lembar dikibarkan, itu tiap tahun memang ada selalu. Yang jelas tidak ada instruksi untuk itu, jika ada ya itu tugasnya polisi,” pungkas Abu Razak. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help