SerambiIndonesia/

Kuburan Terendam, Begini Cara Warga Pirak Timu Fardhu Kifayahkan Jenazah Saat Banjir

Disebutkan, karena air terus naik, sehingga korban harus diletakan di atas meja supaya tak terendam air.

Kuburan Terendam, Begini Cara Warga Pirak Timu Fardhu Kifayahkan Jenazah Saat Banjir
ist
Pelaksanaan fardhu kifayah di genangan banjir. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – M Kasem (70) duda asal Desa Rayeuk Pange Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara yang meninggal pada Minggu (3/12/2017) sekitar pukul 17.00 WIB, saat banjir sudah mencapai 1 meter lebih di kawasan itu.

Pelaksanaan fardhu kifayah baru dapat dilaksanakan pada Senin (4/12/2017).

“Pada sore itu korban mengalami sesak nafas, sehingga warga membawanya beramai-ramai ke rumah anaknya (Kariman) yang tak jauh dari rumahnya. Tapi tak lama kemudian korban meninggal. Sedangkan air terus bertambah tinggi,” ujar Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Irfan Daud kepada Serambinews.com, Selasa (5/12/2017).

Disebutkan, karena air terus naik, sehingga korban harus diletakan di atas meja supaya tak terendam air.

Karena air juga sudah merendam rumah anak Kasem, sehingga prosesi fardhu kifayah harus ditunda.

“Pagi Senin baru jenazah dimandikan, kemudian dibawa ke Masjid At Taqwa untuk dishalatkan,” kata Irfan.

Setelah tiba di Masjid, jenazah terpaksa diletakan di atas meja untuk dishalatkan. Sedangkan jamaah berdiri dalam kondisi genangan air setinggi 30 centimeter.

Selanjutnya warga membawa jenazah itu dari Rayeuk Pange ke Desa Matang Keh, dengan mengarungi banjir sejauh satu kilometer lebih.

“Saat itu perahu karet sedang dibawa. Tapi karena tak memungkinkan ditunggu lagi, sehingga warga membawanya langsung,” kata Irfan. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help