SerambiIndonesia/

Orang Sakit Digendong Untuk Evakuasi, Dampak Banjir Terparah Setelah 17 Tahun di Subulussalam

Bahkan, kala bencana terjadi beberapa warga sakit harus digendong untuk dievakuasi ke daerah lebih tinggi.

Orang Sakit Digendong Untuk Evakuasi, Dampak Banjir Terparah Setelah 17 Tahun di Subulussalam
SERAMBI/KHALIDIN
Barang milik warga diangkut dengan sampan saat banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Selasa (5/12/2017). 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam terus meninggi hingga menyebabkan 300-an kepala keluarga harus mengungsi.

Bahkan, kala bencana terjadi beberapa warga sakit harus digendong untuk dievakuasi ke daerah lebih tinggi.

"Ada warga yang sakit parah karena stroke terpaksa digendong untuk dievakuasi," kata Khairunnas, tokoh masyarakat Sultan Daulat, kepada Serambinews.com, Selasa (5/12/2017).

Baca: Tiga Desa di Subulussalam Dilanda Banjir Warga Mulai Mengungsi

Kondisi banjir di jalan nasional Subulussalam-Tapaktuan, Desa Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Selasa (5/12/2017).
Kondisi banjir di jalan nasional Subulussalam-Tapaktuan, Desa Suka Maju, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Selasa (5/12/2017). (SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN)

Pantauan Serambinews.com, di lokasi banjir tampak warga yang terus sibuk mengemasi dan mengangkut barang-barangnya ke sampan untuk dievakuasi ke rumah kerabat atau tetangga.

Warga juga tampak begitu down menyaksikan air yang begitu cepat meninggi.

Bahkan warga mengaku banjir kali ini merupakan tertinggi sejak 17 tahun lalu.

Sebelumnya, banjir serupa pernah melanda daerah ini tahun 2000 silam.

Baca: Banjir Sultan Daulat Makin Parah, Ratusan Warga Mengungsi dan Kelimpungan Amankan Harta Benda

Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti saat meninjau banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Selasa (5/12/2017).
Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti saat meninjau banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Selasa (5/12/2017). (SERAMBI/KHALIDIN)

Kini bencana lebih besar kembali menimpa desa yang berbatasan dengan Aceh Selatan itu.

Hingga berita ini disusun pemerintah setempat masih mendata jumlah korban banjir maupun pengungsi.

Belum ada laporan korban jiwa, namun beberapa harta benda ada yang terendam air. (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help