SerambiIndonesia/

Tafakur

Teladan dari Nabi

Sungguh sangat banyak teladan tentang cara berkehidupan dari Nabi Muhammad SAW, termasuk dalam hal berkehidupan

Teladan dari Nabi

Oleh Jarjani Usman

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istri, dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku” (HR. At-Tirmidzi).

Sungguh sangat banyak teladan tentang cara berkehidupan dari Nabi Muhammad SAW, termasuk dalam hal berkehidupan dengan keluarga. Isterinya dihargai hak-haknya, difahami keadaannya, dan didengar pendapatnya. Namun demikian, sebahagian dari kita yang hanya mempunyai secuil ilmu sudah merasa seolah-seolah seorang Nabi, tetapi tidak berakhlak seperti akhlaknya.

Seperti pada suatu hari, ketika pulang ke rumah dan mendapati tiada makanan yang sudah siap untuk dimakan, Nabi Muhammad SAW memilih untuk bersabar dan berpuasa. Tak ada kata-kata marah kepada isterinya. Ini sungguh suatu wujud akhlak mulia yang langsung ditunjukkan dalam kehidupan nyata, yang seharusnya dicontoh oleh orang-orang yang mengikuti Nabi.

Namun apa yang dilakukan oleh sebahagian kita sebagai suami kerap bertentangan dengan cara Nabi SAW. Seakan-akan isteri itu seorang budak yang tugasnya hanya taat pada perintah dan tak berhak memberi saran sedikitpun. Sedikit saja hasil kerjanya kurang seperti yang diharapkan, langsung dihujani dengan kata-kata yang menyakitkan hati.

Padahal kita manusia biasa, insan lemah yang kadangkala lupa. Kita perlu berlapang dada untuk mendengar saran atau keluhan orang lain, termasuk pendapat isteri. Kemauan untuk mendengar saran dan keluhan orang lain bukan hanya menambah kuat ikatan kasih sayang, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan terhadap hak azasi manusia.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help