SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Drama 10 Menit

Kuala Nanggroe (KNFC) Banda Aceh melibas Persewar Waropen, Papua, 2-0 dalam laga kedua penyisihan grup A babak 32

Drama 10 Menit

* KNFC 2 vs 0 Persewar

MEDAN – Kuala Nanggroe (KNFC) Banda Aceh melibas Persewar Waropen, Papua, 2-0 dalam laga kedua penyisihan grup A babak 32 besar Liga 3 yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Selasa (5/12). Kemenangan perdana ini penuh drama karena dua gol tercipta di sepuluh menit akhir.

Dua gol yang disumbangkan Arif Fanigah di menit 82 dan Nanda Lubis di masa injury-time bagai tamparan keras bagi Persewar yang sejak awal bermain ofensif. Anak-anak Papua ini cukup berhasil mengeksplor keunggulan fisiknya, sehingga sempat merepotkan kuartet Jati Urama, Effendi, Rahmadhana dan Saifuddin yang menjadi tembok KNFC.

Bisa dibilang gol yang tercipta di pengujung pertandingan merupakan buah kesabaran KNFC dalam membangun serangan. Arif Fanigah layak diapresiasi karena skil individunya di menit 82 menjadi momentum kebangkitan KNFC.

Melalui sisi kanan pertahanan lawan, pemain berjersey tujuh ini berhasil menusuk ke jantung pertahanan dan kemudian melepaskan tembakan keras yang tak mampu diblok Nur Apandi, kiper Persewar. Praktis selepas gol ini alur serangan menjadi milik Nanda Lubis cs.

Puncaknya giliran Riski Fajar yang menunjukkan kemampuan solo- runnya di masa injury-time. Setelah berhasil meliuk-liuk di sektor kanan lawan, Riski menyodorkan bola kepada Nanda Lubis. Tanpa ampun, penyerang bernomor sembilan ini menghajar bola hingga menambahkan keunggulan 2-0.

Azhari, juru taktik KNFC menilai pasukanya layak meraih hasil positif ini karena sudah bekerja keras sepanjang 90 menit. Ia sangat mengapresiasi mental dan kedisiplinan pasukannya dalam menjalankan instruksinya. Sikap ini tidak berlebihan karena Persewar sendiri diasuh Edward Ivakdalam, legenda Persipura yang juga pernah lama menjadi kapten tim nasional.

“Kunci kemenangan hari ini karena seluruh pemain disiplin dalam menjalankan instruksi. Pemain layak mendapatkan kemenangan ini,” kata Azhari seusai pertandingan.

Kemenangan ini membuat langkah KNFC menuju fase berikutnya terbuka lebar. Mereka hanya butuh hasil imbang melawan PS Matra Mamuju di laga pamungkas penyisihan grup pada Kamis (7/12) besok.

Namun Azhar mewanti-wanti agar anak asuhnya tak besar kepala usai meraih kemenangan. Ia mengingatkan tujuan mereka bertempur di Citarum bukan sekadar sebagai pelengkap kompetisi, tapi untuk mewujudkan cita-cita promosi ke jenjang liga yang lebih tinggi.

Kemenangan ini mengantarkan pasukan Ustad Nazaruddin kokoh di puncak klasemen dengan nilai empat. Sementara PSDS dan PS Matra Mamuju, Sulawesi Barat dengan nilai dua. Artinya, keempat tim ini tetap memiliki peluang sama untuk lolos ke babak 16 besar.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help