SerambiIndonesia/

Mengusung Jenazah di Genangan Banjir

AJAL bisa menjemput kapan saja, tak terkecuali ketika rumah dan kampung sedang dilanda bencana banjir

Mengusung Jenazah di Genangan Banjir
WARGA Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara mengarungi banjir untuk membawa jenazah ke lokasi yang bisa dijemput dengan ambulans, Senin (4/12). 

AJAL bisa menjemput kapan saja, tak terkecuali ketika rumah dan kampung sedang dilanda bencana banjir. Itu pula yang berlaku atas diri seorang laki-laki bernama M Kasem (70), warga Desa Rayeuk Pange, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara.

M Kasem yang berstatus duda meninggal dunia, Minggu (3/12) sekitar pukul 17.00 WIB ketika kampungnya sedang direndam banjir. Jenazahnya baru bisa dimakamkan sehari kemudian, Senin (4/12) siang.

Prosesi fardhu kifayah jenazah M Kasem berlangsung dalam suasana haru biru. Saat dishalatkan di Masjid At-Taqwa, Desa Rayeuk Pange, jenazah Kasem harus diletakkan di atas meja karena banjir juga merendam hingga lantai masjid.

Suasana haru berbalut keadaan darurat tak hanya sampai di situ. Untuk mengantar jenazah ke Gampong Matang Keh--selanjutnya dikebumikan di Gampong Serbajaman, Kecamatan Tanah Luas--warga harus mengarungi lautan banjir sejauh lebih kurang satu kilometer.

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB), Irfan Daud kepada Serambi, Selasa (5/12) mengatakan, pada Minggu sore M Kasem mengeluhkan sesak napas sehingga warga membawanya beramai-ramai ke rumah anaknya (Kariman), tak jauh dari rumahnya. Tak lama kemudian M Kasem meninggal. Tak

Karena banjir semakin parah, proses fardhu kifayah baru bisa dilaksanakan keesokan harinya, meski banjir belum juga surut. Jenazah dibawa ke Desa Matang Keh karena mobil ambulance tidak bisa masuk ke kawasan Desa Rayeuk Pange. Jenazah juga harus dinaikkan perahu karet saat melintasi Alue Bungkoh menuju Matangkuli, karena kawasan itu juga terendam banjir. “Informasi saya dapatkan, jenazah dikebumikan di Desa Serbajaman, Kecamatan Tanah Luas,” kata Irfan.

Sebenarnya pihak keluarga menginginkan jenazah M Kasem dikebumikan di Rateuk Pange tapi karena ketinggian air mencapai satu meter lebih termasuk di lokasi kuburan, sehingga jenazah dibawa ke tempat tinggal anaknya. Dan, duka bencana pun semakin lengkap.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help