SerambiIndonesia/
Home »

Opini

Opini

Menuju Kabinet ‘Aceh Hebat’

ADA anggapan yang berkembang di tengah masyarakat terkait dengan tidak bolehnya meminta jabatan

Menuju Kabinet ‘Aceh Hebat’
HUMAS ACEH
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Nova Iriansyah, menyampaikan capaian 100 hari kerja, dalam konferensi pers di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Jumat (13/10/2017). 

Oleh Musliadi M. Tamin

ADA anggapan yang berkembang di tengah masyarakat terkait dengan tidak bolehnya meminta jabatan, apakah itu jabatan di birokrasi pemerintahan, jabatan di organisasi kemasyarakatan, jabatan sosial dalam masyarakat, apalagi jabatan dalam urusan keagamaan (seperti menjadi Imam dan sebagainya). Asumsi ini barangkali beranjak dari pemahaman beberapa hadis Nabi Muhammad saw, terkait larangan meminta jabatan.

Satu di antaranya, “Dari Abdurrahman bin Samurah dia berkata: Rasulullah saw telah bersabda kepadaku: Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan, karena sesungguhnya jika diberikan jabatan itu kepadamu karena permintaan, pasti jabatan itu (sepenuhnya) akan diserahkan kepadamu (tanpa pertolongan dari Allah). Dan jika jabatan itu diberikan kepadamu bukan dengan permintaan, pasti kamu akan ditolong (oleh Allah swt) dalam melaksanakan jabatan itu.”

Meski demikian, ada kisah menarik yang barangkali dapat dijadikan sebagai inspirasi dalam konteks bahwa meminta jabatan itu diperbolehkan, asalkan orang yang meminta jabatan tersebut benar-benar mempunyai keahlian di bidang jabatan tersebut, dan merasa mampu untuk mengemban amanah tentang jabatan yang dimintanya tersebut.

Cerita ini dikisahkan dalam surat Yusuf yang dimulai dari ayat 43-55, diawali ketika Raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus, tujuh tangkai gandum yang hijau dan tujuh tangkai gandum yang kering.

Awalnya mimpi sang Raja ini tidak ada yang bisa mentakwilkan, hingga ada yang menyarankan agar bertanya kepada Yusuf yang saat itu masih dalam penjara, Nabi Yusuf as menjelaskan tentang takwil mimpi itu seraya menyarankan agar melakukan cocok tanam selama tujuh tahun dan melakukan saving stock makanan, karena setelah tujuh tahun masa subur itu akan datang masa krisis (gagal panen) dan menghabiskan makanan yang disimpan selama tujuh tahun sebelumnya.

Berbekal takwil mimpi dan saran ini, Nabi Yusuf as akan diangkat sebagai orang penting di istana, namun Nabi Yusuf meminta kepada Raja agar dia diangkat menjadi bendaharawan (Menteri Keuangan) Negeri Mesir. Firman Allah Swt, “Dia (Yusuf) berkata: Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir), karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan.” (QS. Yusuf : 55).

Apa yang diprediksi oleh Nabi Yusuf atas takwil mimpi Raja Mesir pada waktu itu benar-benar terjadi, di Mesir dan sekitarnya terjadi musim paceklik (krisis) makanan, namun Mesir dapat mengatasinya, karena profesionalitas bendaharawan negara dalam mengelola ketersediaan pangan pada waktu itu. Sehingga banyak warga dari wilayah lainnya datang ke Mesir untuk meminta bantuan makanan.

Hal itu karena pengelolaan harta Negara ditangani oleh orang yang punya kapasitas dan amanah terhadap jabatan yang diembanya. Dalam konteks ini, permintaan Nabi Yusuf as agar beliau diangkat sebagai bendaharawan Negara bukan karena ambisi tapi karena keinginan beliau untuk memberikan manfaat kepada manusia secara umum, sementara beliau melihat dirinya memiliki kemampuan, kecakapan, amanah terhadap jabatan tersebut.

Menurut Prof Dr Alyasa’ Abubakar MA, seorang Guru Besar UIN Ar-Raniry, bahwa kisah Nabi Yusuf as di atas merupakan alasan inspirasi bahwa seseorang itu boleh meminta jabatan karena orang yang bersangkutan merasa mampu dan mempunyai keahlian pada jabatan tersebut. Hal itu diperbolehkan dan bahkan sangat naif jika membiarkan orang lain yang mendudukinya, padahal tidak punya kapasitas. Jabatan itu diperuntukkan bagi mereka yang punya kompetensi dan berintegritas yang tinggi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help