SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Panitia Siapkan 40.000 Tiket

Turnamen sepak bola internasional Aceh World Solidarity Cup (AWSC) yang diikuti empat tim nasional--Indonesia

Panitia Siapkan 40.000 Tiket
Komisi Pertandingan, Abdul Mauric Tuguis (kiri) memberikan keterangan pers kepada wartawan tentang pembatalan laga antara Timnas Mongolia versus Brunei Darussalam, di Sekretariat Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, kemarin. 

* Dilaga Pamungkas AWSC

BANDA ACEH- Turnamen sepak bola internasional Aceh World Solidarity Cup (AWSC) yang diikuti empat tim nasional--Indonesia, Brunei Darussalam, Mongolia, dan Kirgizstan yang dihelat di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh, Rabu (6/12) ini menjadi laga pamungkas. Dari dua pertandingan yang digelar, duel Indonesia versus Kirgizstan bakal menjadi tarung yang paling disorot para pencinta si kulit bundar.

Tak sekadar sebagai pertarungan gengsi bagi kedua timnas, laga Indonesia vs Kirgizstan yang rencananya digelar pukul 16.00 WIB itu juga menjadi perburuan titel juara bagi kedua tim negara yang kini sama-sama mengantongi poin 6 dan sama-sama meraih angka penuh dari Brunei Darussalam dan Mongolia.

Ketua Panitia AWSC, Sakdan Abidin menjelaskan, pihaknya terus memaksimalkan persiapan menghadapi laga Indonesia vs Kirgizstan. Pasalnya, tarung tim papan atas klasemen ini bakal menyedot perhatian banyak pihak, terutama para pencinta si kulit bundar.

Menghadapi duel perburuan gelar juara itu, kata Sakdan, pihaknya telah menyiapkan 40.000 lembar tiket dengan rincian VVIP sebanyak 2.000 lembar, VIP 15.000 dan tribun terbuka sebanyak 18.000 lembar. Untuk memberi kesempatan kepada masyarakat Aceh menyaksikan pertandingan bergengsi tersebut, panitia di laga pamungkas ini akan menurunkan harga tiket.

“Untuk tiket VVIP dari sebelumnya Rp 200 ribu menjadi Rp 100 ribu. VIP dari Rp 80.000 menjadi Rp 50.000. Sedangkan tribun terbuka dari Rp 50.000 menjadi Rp 30.000. Tiket sudah diedarkan panitia melalui online atau bisa membelinya di loket-loket yang telah disiapkan di kompleks Stadion Harapan Bangsa,” ungkap Sakdan.

Sakdan mengimbau kepada para pencinta sikulit bundar Tanah Rencong untuk tidak melewatkan laga Indonesia vs Kirgizstan yang digelar sore ini. Dia juga mengajak penonton untuk memberi dukungan penuh kepada timnas Indonesia. “Ini kesempatan langka dimana kita bisa mendukung langsung tim besutan Luis Milla di Stadion Harapan Bangsa,” ujarnya.

Sakdan juga mengajak masyarakat Aceh untuk melancarkan laga terakhir Aceh World Solidarity dengan menjaga ketertiban dan memberi kesan baik bagi tim tamu. “Semoga apa yang telah kita lakukan memberi kesan bagi tim-tim tamu. Sehingga ke depan mereka selalu ingin berpartisipasi di kegiatan serupa.”

Secara terbuka Sakdan juga menyampaikan permohonan maaf kepada para tim peserta dan masyarakat Aceh kondisi lapangan yang kurang baik lantaran lebih seminggu diguyur hujan. “Panitia sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyiapkan sarana prasarana pertandingan dengan baik, terutama lapangan pertandingan. Namun kita hanya bisa berusaha, Allah lah yang berkuasa,” pungkasnya.

Turnamen (AWSC) yang berakhir hari ini akan ditutup Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Panitia sendiri sudah menyiapkan hadiah menarik bagi sang juara untuk tahun ini. Hadiah berupa dana pembinaan hanya diberikan kepada sang juara, best player dan top scorer.

Ketua Panitia AWS, Sakdan Abidin, merincikan, untuk juara pada turnamen tahun ini akan mendapatkan dana pembinaan besar 50.000 USD atau sekitar Rp 650 juta plus medali. Sedangkan untuk best player dan top scorer disediakan masing-masing 2.500 USD. “Sedangkan untuk tim runner-up tanpa uang pembinaan dan hanya menerima medali,” ungkap Sakdan

Sementara itu, Match Commisioner, Abdul Mauric Tuguis mengatakan, kemungkinan hari ini hanya satu pertandingan antara timnas Indonesia versus Kirgizstan, sedangkan laga antara Mongolia melawan Brunei Darussalam akan dibatalkan.

Pembatalan itu, diputuskan dalam emergency meeting di ruang Sekretariat Komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Selasa (5/12) siang. Alasannya, kata Abdul Mauric, laga antara Indonesia versus Kirgizstan masih mempengaruhi peringkat untuk menentukan juara.

Dalam turnamen Aceh World Solidarity Cup 2017, katanya, hanya dua juara yakni juara pertama dan juara kedua. Sementara Timnas Indonesia dan Kirgizstan memiliki nilai yang sama namun beda dalam produktivitas gol. “Pembatalan pertandingan antara Mongolia dan Brunei Darussalam disebabkan force majeur,” ujar Abdul Mauric yang didampingi Nasruddin.

Sesuai jadwal, kick-off antara Indonesia dan Kirgizstan pada pukul 16.00 WIB, yang disiarakan langsung RCTI. Jika masih turun hujan, maka lapangan akan becek setelah laga tersebut, sehingga tidak mungkin dilanjutkan laga Mongolia versus Brunei. “Kedua tim ingin melanjutkan pertandingan hingga tuntas, namun kondisi lapangan tak memungkinkan,” ujar Abdul Mauric.(aji/min)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help