SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Penentuan Juara

Partai menarik akan tersaji dalam pertandingan akhir turnamen sepak bola internasional Aceh World Solidarity Cup (AWSC)

Penentuan Juara
DUA pemain timnas Kirgizstan berebut bola dengan striker Brunei Darussalam (tengah) dalam lanjutan turnamen sepakbola internasional Aceh World Solidarity Cup (AWSC) 2017 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Senin (4/12). Kirgizstan menang telak 4-0. 

* Kirgizstan vs Indonesia

BANDA ACEH - Partai menarik akan tersaji dalam pertandingan akhir turnamen sepak bola internasional Aceh World Solidarity Cup (AWSC), petang nanti, di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, ketika timnas Indonesia bertemu Republik Kirgizstan.

Jujur saja, duel pamungkas antara kedua tim ini layak disebut laga babak final. Dari empat konsestan turnamen berhadiah Rp 550 juta, kini peluang juara hanya untuk timnas Indonesia, serta Kigrizstan. Tentu saja, partai puncak tersebut layak untuk disaksikan.

Seperti diketahui, negara pecahan Uni Soviet itu kokoh di puncak. Azamat dkk sukses mengantongi nilai enam setelah membungkam awak Mongolia, 3-0, dan Brunie Darussalam 4-0. Praktis, dari dua laga itu, mereka sukses melesatkan tujuh gol tanpa kebobolan. Prestasi besutan Igor Karenko tentu menjadi ancaman serius bagi Merah Putih.

Bukan hanya itu, tiga pemain Kirgizstan juga bertengger di posisi top skor sementara. Adalah Saarbekov Kadyrbek dengan tiga gol, dan Zemlianukhin Anton beserta Azamat Baymatov mengikuti dengan 2 gol.

Ini semakin menunjukkan kalau mereka benar-benar lawan sepadan bagi tuan rumah. Jika ingin menjadi juara, maka Kirgizstan hanya butuh hasil imbang saja.

Lalu bagaimana dengan peluang Indonesia? Kans Miftahul Hamdi dkk tetap terbuka lebar. Syaratnya, pasukan Luis Milla wajib menang dalam pertandingan sore nanti. Jika kalah atau seri, maka gelar jawara untuk turnamen edisi pertama ini akan dibawa pulang ke Republik Kirgizstan.

Dari dua partai dilakoni, Spaso dkk sukses mengumpulkan enam poin. Adalah kemenangan 4-0 atas Brunei Darussalam, dan Mongolia dengan skor tipis 3-2. Praktis, dengan situasi demikian, tak ada pilihan kecuali harus menang. “Kami akan mempersiapkan tim dengan matang. Kami akan memanfaatkan sejumlah celah dari tim Kirgizstan,” kata asisten pelatih Indonesia, Bima Sakti menjawab wartawan usai duel melawan timnas Mongolia, Senin (4/12) malam.

Demi memenuhi ambisi sebagai juara, tentunya Evan Dimas Darmono cs akan berharap dukungan dari suporter Aceh. Karena, dengan motivasi tinggi dari fans, ini akan memberikan tambahan untuk mengimbangi permainan Kirgizstan. Bukan rahasia lagi, dalam dua laga suporter Aceh terus memberikan dukungan kepada Satria Tama dkk.

Sementara itu, timnas Kirgizstan akan menerapkan pola permainan cepat dalam melawan Indonesia. Strategi ini akan digunakan untuk merebut kemenangan di menit awal.

Menager Timnas Kirgizstan, Sultanov Semetei dalam jumpa pers, Senin (4/12) petang mengatakan, guna memetik kemenangan atas Indonesia, mereka harus bermain cepat. Taktik itu dijalankan, karena lapangan dalam kodisi becek, sehingga pemainnya cepat kehabisan tenaga. “Kami akan berusaha menjebol gawang Indonesia di 30 menit pertama,” ujar Sultanov Semetei.

Ia melihat, tim Indonesia memiliki stamina yang kuat saat bermain dalam lapangan basah dan berlumpur. Kondisi ini berbeda dengan pemain Kirgizstan yang sering bermain dalam lapangan yang bagus seperti di Vietnam dan Filiphina. Sehingga, perlu tenaga ekstra untuk menggiring bola di lapangan becek. “Indonesia yang berada di negara tropis dan sering hujan, sehingga terbiasa dengan lapangan berlumpur,” komentar Sultanov Semetei.(min)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help