SerambiIndonesia/

13 PNS di Simeulue Terbukti Gunakan Ijazah Palsu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue akan menindak tegas setiap pegawai negeri sipil (PNS) di wilayah

13 PNS di Simeulue Terbukti Gunakan Ijazah Palsu
Warta Kota
Ilustrasi 

SINABANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue akan menindak tegas setiap pegawai negeri sipil (PNS) di wilayah itu yang terbukti menggunakan ijazah palsu.

Sekretraris Daerah (Sekda) Simeuleu, Drs Naskah Bin Kamar yang dikonfirmasi Serambi, Rabu (6/12) di Sinabang mengatakan, pihaknya sudah mengantongi 13 oknum pegawai negeri sipil (PNS) di wilayah kepulauan itu terbukti menggunakan ijazah palsu.

Sekda Naskah mengatakan, dalam waktu dekat, berkas 13 oknum PNS tersebut akan diserahkan kepada Bupati Simeulue untuk dilakukan proses selanjutnya. “Sudah ada 13 orang. Berkasnya akan diserahkan menunggu Pak Bupati yang lagi di luar daerah,” katanya.

Sebanyak 13 oknum itu sudah dipanggil tim khusus. “Hasilnya mereka akui setelah dipanggil langsung,” ujarnya.

Menurut Naskah, ada dua rekomendasi yang diajukan kepada Bupati Simeulue untuk dilakukan proses lebih lanjut, pertama diberhentikan dengan tidak hormat dari PNS dan kedua dikembalikan ke posisi semula kalau ia menggunakan ijazah palsu setelah lewat PNS serta mengembalikan kerugian negara yang ditimbulkan. Sebab, ada sebagian PNS yang menggunakan ijazah palsu setelah lewat PNS untuk mendapatkan gelar saja. Akan tetapi, pelaku oknum PNS tersebut tetap ditindak karena menyalahi aturan yang ada.

Sementara itu, dari hasil pemanggilan oknum PNS oleh tim yang ditunjuk khusus itu, ditemukan fakta yang mengejutkan, ada sebagian oknum PNS yang bahkan tidak tahu alamat kampusnya, tapi ia sudah memperoleh ijazah dari kampus tersebut,

Dikatakan juga, untuk menertibkan oknum-oknum PNS yang terindikasi menggunakan ijazah palsu itu tidak berhenti pada 13 orang itu saja, melainkan akan tetap berlanjut. “Bisa dikatakan demikian (ini tahap pertama),” kata Naskah menjawab Serambi.

Dalam menelusuri dan membuktikan ijazah-ijazah palsu tersebut Pemkab Simeuleu melakukannya dengan sangat hati-hati.

Pihak yang menyatakan ijazah itu palsu juga bukanlah Pemkab Simeuleu, melainkan universtas atau kampus yang mengeluarkan ijazah tersebut. “Kita lakukan dengan hati-hati, tidak gegabah,” demikian Naskah Bin Kamar. (sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help