SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Aceh United Buka Peluang

Skuadra Aceh United membuka peluang lolos ke babak 16 besar Liga 3 Nasional menyusul kemenangan

Aceh United Buka Peluang

* Babak 32 Besar Liga 3

BANDA ACEH - Skuadra Aceh United membuka peluang lolos ke babak 16 besar Liga 3 Nasional menyusul kemenangan atas PSKC Kota Cimaha, 2 -0, di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, petang kemarin.

Dengan hasil ini, kini Muhammad Taufiq Aqsar dkk naik ke peringkat pertama. Di mana, mereka menggeser posisi PSKC setelah mengantongi nilai empat. Sementara Kota Cimahi terlempar ke posisi kedua, usai menggemas tiga angka hasil kemenangan atas Perseban Banjarmasin.

Jika ingin lolos ke babak 16 besar, maka klub milik HM Zaini Yusuf ST wajib menang atas juru kunci Grup B. Bukan rahasia lagi, pemain Aceh United berada satu tingkat di atas Perseban. Jika bisa menang dalam duel terakhir Jumat (8/12) besok, maka mereka tampil sebagai juara grup.

Ya, di akhir klasemen sementara nanti, anak-anak Aceh United mampu merebut tujuh poin. Heni Musawir cs berhasil menang dua kali, satu kali bermain imbang ketika bertemu Persibo Bojonegoro, Jawa Timur. Kala itu, mereka sudah unggul hingga menit akhir sebelum datangnya malapetaka crossing pemain lawan langsung ke gawang Aceh United.

Sementara peringkat kedua menjadi milik mantan juara divisi utama, Persibo. Dalam partai kedua kemarin, Laskar Angling Darma berhasil menekuk Perseban. Dengan demikian, tiket lolos ke 16 besar besutan I Putu Gede ditentukan dalam duel terakhir. Ya, mereka harus lawan habis-habisan dengan PSKC.

Jujur saja, duel antara PSKC dengan Persibo dipastikan ketat serta menarik. Pasalnya, dua legenda sepak bola di Tanah Air, yakni Putu Gede (Persibo) dan Robby Darwis (PSKC) akan adu taktik. Duel hidup mati ini layak ditunggu. Pencinta sepak bola akan melihat pemenang antara legenda Arema Malang, Putu Gede dan Robby Darwis (Persib).

Sejak menit awal, Aceh United begitu mendominasi laga. Seakan tak mau mengulang hasil mengecewakan saat bertemu Persibo, Rivaldi cs bermain lebih solid, kompak, dan sabar. Mereka sama sekali tak mau memberikan peluang bagi Cimahi untuk mengembangkan permainan.

Usaha keras terus dilakukan Arianto dkk dalam mengejar gol. Sayang, sejumlah peluang belum juga membuahkan hasil. Padahal, mereka saat itu, berada dalam posisi bebas. Kesempatan Heni Musawir dkk selalu terhenti oleh kokohnya Ma’Mun Sopandi di bawah mistar PSKC.

Tiga menit menjelang turun minum, wasit menghadiahkan penalti bagi Aceh United. Sang pengadil menilai pemain bawah Cimahi melakukan pelanggaran keras dalam kotak penalti. Sontak, keputusan wasit itu diprotes keras Ade Firmansyah cs. Anak-anak Cimahi bersikeras jika itu adalah aksi diving.

Ternyata, protes itu berlanjut. Pasukan Robby Darwis tetap tak mau menerima keputusan tendangan 12. Akibatnya, suasana menjadi panas. Sehingga, duel tersebut sempat terhenti 10 menit. Akhirnya, kapten Aceh United asal Bireuen, Rivaldi sukses mengelabui kiper PSKC. 1-0 untuk Aceh United bertahan hingga turun minum.

Pada menit 59, Aceh United memperlebar keunggulan. Kali ini, gol kedua datang dari aksi Heni Musawir. Tendangan keras Pele--julukan Heni Musawir--bersarang mulus ke gawang Cimahi. Hingga pertandingan berakhir, Mudassir dkk sukses mempertahankan kemenangan 2-0. Hasil ini disambut gembira ofisial Laskar Iskandar Muda.(ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help