SerambiIndonesia/

Donald Trump Akui Jerusalem Ibu Kota Israel Tuai Kemarahan Dunia, Jokowi Minta OKI dan PBB Bertindak

"pengakuan sepihak itu melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB" kata Jokowi.

Donald Trump Akui Jerusalem Ibu Kota Israel Tuai Kemarahan Dunia, Jokowi Minta OKI dan PBB Bertindak
BIRO PERS KEPRESIDENAN
Presiden Jokowi 

Seorang juru bicara kelompok tersebut mengatakan bahwa keputusan tersebut akan "membuka gerbang neraka bagi kepentingan AS di wilayah ini".

Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pengumuman Presiden itu Trump adalah sebuah 'monumen bersejarah.'

Dia menyebut hal itu merupakan keputusan yang 'berani dan adil.'

Disebutkannya, pidato tersebut merupakan "langkah penting menuju perdamaian, karena tidak akan ada perdamaian yang tidak mencakup Yerusalem sebagai ibu kota Negara Israel".


Image caption Yerusalem adalah salah sau kota tertua di dunia.
Image caption Yerusalem adalah salah sau kota tertua di dunia. (Getty Images)

Dia mengatakan bahwa kota tersebut telah "menjadi ibu kota Israel selama hampir 70 tahun".

Menteri Pendidikan Naftali Bennett juga memuji keputusan tersebut, dengan mengatakan, "Amerika Serikat telah menambahkan batu bata lain ke dinding Yerusalem, ke dasar negara Yahudi," dan mendesak negara-negara lain untuk mengikuti jejak Trump.

Dunia Muslim
Di Turki, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan, keputusan tersebut "tidak bertanggung jawab".

Dalam cuitannya di Twitter ia menulis bahwa "keputusan tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB terkait."

Raja Salman mengatakan kepada Trump melalui telepon sebelum sikap AS itu diumumkan, bahwa pemindahan kedutaan atau pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel "akan merupakan provokasi mencolok terhadap umat Islam di seluruh dunia".

Liga Arab menyebutnya "tindakan berbahaya yang akan menimbulkan dampak" di seluruh wilayah. Mereka juga mempertanyakan peran AS di masa depan sebagai "mediator terpercaya" dalam perundingan damai.

Halaman
1234
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help