SerambiIndonesia/

DPRK: Gubernur Terkesan Primordial

Pimpinan DPRK Aceh Besar ikut angkat bicara terkait keinginan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf

DPRK: Gubernur Terkesan Primordial
ZULFIKAR, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar

* Terkait Rencana Pembangunan IPDN di Bireuen

BANDA ACEH - Pimpinan DPRK Aceh Besar ikut angkat bicara terkait keinginan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang menginginkan pembangunan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Aceh di Kabupaten Bireuen.

Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Zulfikar, menilai Gubernur tidak melihat secara objektif dalam menentukan lokasi pembangunan IPDN regional. Menurut Zulfikar, Gubernur terkesan sangat primordial.

“Gubernur terkesan sangat primordial, tanpa melihat secara objektif dalam menentukan lokasi IPDN regional. Padahal sudah jelas-jelas yang disurvey itu awalnya Sabang dan Aceh Besar,” pungkas Zulfikar kepada Serambi, Rabu (6/12).

Dalam berita sebelumnya, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, menjelaskan, survey dilakukan oleh Tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di masa pemerintahan Gubernur Zaini Abdullah. Daerah yang disurvei berdasarkan usulan gubernur ketika itu adalah Sabang dan Jantho.

Namun dari hasil survei, Sabang dianggap belum memenuhi syarat, karena lahan yang tersedia terbatas. Sabang juga sudah ditetapkan sebagai Zona Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas. Faktor lainnya, adalah transportasi. Jika musim badai, transportasi laut dari Banda Aceh ke Sabang, bisa terganggu. Sedangkan jadwal penerbagangan reguler tidak terjamin.

Atas dasar itu pilihan kemudian jatuh ke Jantho, Aceh Besar. Meski demikian, tim dari pusat tetap menunggu rekomendasi gubernur untuk penetapan lokasi.

Sayangnya, rekomendasi justru diberikan ke daerah lain begitu Irwandi terpilih menjadi Gubernur Aceh. Irwandi menginginkan pembangunan kampus IPDN dilakukan di daerah kelahirannya, Kabupaten Bireuen.

Inilah dasar penilaian DPRK Aceh Besar bahwa Irwandi Yusuf terkesan primordial. Zulfikar mengatakan bahwa ia atas nama masyarakat Aceh Besar sangat kecewa atas kebijakan Irwandi Yusuf. “Saya atas nama masyarakat Aceh Besar sangat kecewa kepada Gubernur Irwandi,” ucap politisi NasDem ini.

Seharusnya, lanjut dia, Aceh Besar lah yang dipilih mengingat potensi Aceh Besar sebagai kabupaten utama penyangga ibukota, didukung dengan segala fasilitas pendukung seperti bandara, dan lain-lain. “Irwandi itu Gubernur Aceh, jadi kebijakannya harus objektif,” tegas Zulfikar. (yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help