SerambiIndonesia/

Drainase Depan Kantor Bupati Tamiang Dipenuhi Lumpur

Kondisi ini membuat badan jalan negara di depan warung kopi Corner sering terendam banjir berhari-hari.

Drainase Depan Kantor Bupati Tamiang Dipenuhi Lumpur
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Mobil pemadam kebakaran milik BPBD Aceh Tamiang sedang menyedot air yang merendam badan jalan nasional selama dua minggu lamanya di depan salah satu usaha warga, di Kuala Simpang, Kamis (7/12/2017). 

Laporan Muhammad Nasir | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Drainase depan kantor Bupati Aceh Tamiang kondisinya tersumbat dan dipenuhi endapan pasir karena tidak pernah dibersihkan.

Kondisi ini membuat badan jalan negara di depan warung kopi Corner sering terendam banjir berhari-hari.

Pantauan Serambinews.com, Kamis (7/12/2017), Sekretaris PU Aceh Tamiang, M Khaidir Helmi Azmi dan Kadis BLHK, Syamsul Rizal dan Staf BPBD, Doni langsung mengecek saluran drainase tersebut untuk mengetahui permasalah tersebut.

(Baca: Milad GAM di Aceh Tamiang, dari Ceramah Agama Hingga Santuni Anak Yatim Korban Konflik)

Beberapa bak kontrol drainase sepanjang jalan mulai dari Warkop Corner sampai simpang masuk Hotel Grand Arya terpaksa dibuka dan ternyata memang air tidak mengalir karena beberapa bagian drainase tersumbat dipenuhi endapan pasir dan tanah.

Untuk mengatasi endapan badan jalan tersebut, dikerahkan mobil tangki tinja, dan mobil pemadam kebakaran untuk nyedot endapan air agar badan jalan yang sudah terendam selama dua minggu.

Sementara enapaan lumpur dan drainse yang tertimbun tanah belum dibersihkan disebabkan alat Backhoe Loader milik DPKA Aceh Tamiang rusak.

Sekretaris PU Aceh Tamiang, Sekretaris PU Aceh Tamiang, M Khaidir Helmi Azmi mengatakan, sebenarnya penanganan drainase sepanjang jalan nasional merupakan wewenang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Aceh.

Namun karena badan jalan nasional tersebut sudah meresahkan warga, pihaknya berinisiatif melakukan penanganan sementara dengan menyedot endapan luapan air dari drainase tersebut.

Dari pengecekan yang kami lakukan, pembangunan drainase tersebut belum tembus ke Sungai Tamiang disamping tersumbat.

(Baca: Banjir Bandang Terjang Lima Desa di Aceh Tamiang, Warga Sempat Mengungsi)

Sehingga sebagian air buangan rumah tangga dan air hujan mengendap dan meluber ke badan jalan di saat hujan lebat mengguyur Tamiang.

Pihaknya berharap BBPJN menuntaskan pembuatan darianse ini sampai ke Sungai Tamiang sehingga badan jalan negara aman dari rendaman air dan bertahan lama dan tidak menggangu aktivitas warga terlebih rendaman tersebut di depan sejumlah usaha warga. (*)

Penulis: Muhammad Nasir Tamiang
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help