SerambiIndonesia/
Home »

News

» Jakarta

Ghazali Abbas Adan : Pemerintah Aceh Fokus Proyek Strategis Nasional

ANGGOTA DPD RI Perwakilan Aceh, Ghazali Abbas Adan mengapresiasi dan mendukung peningkatan status Bandara Maimun

Ghazali Abbas Adan : Pemerintah Aceh Fokus Proyek Strategis Nasional
Anggota DPD RI Perwakilan Aceh, Ghazali Abbas Adan bersalaman dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di suatu kegiatan beberapa waktu yang lalu. 

ANGGOTA DPD RI Perwakilan Aceh, Ghazali Abbas Adan mengapresiasi dan mendukung peningkatan status Bandara Maimun Saleh, Sabang sebagai bandara internasional.

Pada saat pembukaan Sail Sabang beberapa hari yang lalu,Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam pidatonya dihadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa Menteri Kabinet Kerja Jokowi –JK meminta kepada Pemerintah Pusat agar status Bandara Maimun Saleh, Sabang itu dapat ditingkatkan dan membangun perpanjangan landasan pacu, sehingga bisa digunakan sebagai bandara internasional.

“Selain apresiasi atas konsep pembangunan ini, dalamwaktu yang bersamaan kitapun sangat mengharapkan Pemerintah Pusat secara nyata segera meresponnya. Hal ini berbanding lurus sebagaimana dalam kesempatan itu Irwandi Yusuf juga enyatakan Aceh sebagaii daerah Istimewa dan khusus.

Sehingga atas dasar keistimewaan dan kekhususan ini wajar kiranya Pemerintah Jokowi- JK dapat memenuhi permintaan Guberbur Aceh ini,” ungkap Ghazali Abbas. Senafas pula dengan permintaan Irwandi Yusuf ini, tambahGhazali, sebelumnya untuk Aceh sudah ada program Pemerintah Jokowi-JK yakni beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) yanganggaran pembangunannya dari APBN dan bersifat multy years. PSN ini memang sangatdibutuhkan rakyat Aceh seperti pembangunan beberapa waduk, diantaranya Waduk Keureutoe di Aceh Utara, Waduk Tiro dan Rukoh di Pidie dan beberapa lagi.

Menurut Anggota Komite IV DPD RI yang membidangikeuangan ini, apabila waduk-waduk tersebut selesai dibangun akan menjamin ketersediaan air bagi kebutuhan lahan pertanian rakyat.“Insya Allah apabila wadukwaduk ini selesai dibangun akan dapat menjamin ketersediaan air bagi kebutuhan lahan pertanian rakyat. Dengan demikian akan memberi kemakmuran bagi rakyat yang kehidupan bergantung pada hasil pertanian,” lanjut Ghazali. Mantan Abang Jakarta ini menjelaskan karena Proyek Strategis Nasional ini sudah menjadi keputusan Pemerintah Pusat maka tugas Pemerintah Aceh dengan segenap dinas teknis terkait harus dapat melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat yang tanahnya masuk dalam area pembangunan waduk-waduk itu.

Dengan selesainya pembangunan waduk-waduk tersebut, maka untuk kurun waktu ke depan akan mempersembahkan kemakmuran dan kesejahteraan bagirakyat yang lahan pertaniannya secara terus menerus dapat suplai air dari waduk-waduk itu. Dan masyarakat Aceh pun sangat tidak menghendaki jika Proyek Strategis Nasional di Aceh yang pembangunannya dengandana APBN dan bersifat multy years itu tidak menjadi kenyataan.

“Harapan kita semestinya Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi-Nova selain menyampaikan program-program pembangunan baru di Aceh seperti perpanjangan landasan pacu Bandara di Sabang itu dan lain-lain program prioritas pembangunan pro-rakyat, juga secara serius dan sungguh-sungguhmemfokuskan perhatiannya terhadap upaya perwujudan apa yang sudah menjadi Proyek Stratgis Nasional di Aceh tersebut,” tegas Ghazali Abbas.Ia mengingatkan agar jangan sampai Proyek Strategis Nasionaldi Aceh itu terhambat atau gagal.

Sehingga tidak terjadi sebagaimana istilah klasik “let boh pu-uek rou breueh lam eumpang”, alias berharap burung dilangit, punai ditangan dilepas jangan. Yang baru belum tentu dapat, sementara yang sudah dalam genggaman bisa hilang. “Kita yakin apabila Proyek Strategis Nasional itu terwujud di Aceh, maka ini merupakan prestasi gemilang dan karya yang sangat berharga dan monumental bagi Pemerintah Aceh di bawah kepeminpinan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah. Semoga usaha kita ini terwujud, Insya Allah,” tutup Ghazali Abbas.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help