SerambiIndonesia/

Guru Besar dari AS Beri Kuliah Umum di Unsyiah

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Yayasan Yap Thiam Hien, Rabu (6/12), mengadakan kuliah umum di Gedung AAC

Guru Besar dari AS Beri Kuliah Umum di Unsyiah
REKTOR Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng, menyerahkan piagam kepada Prof Eric Stover, Human Rights Center dari University of California Berkeley School of Law, AS, seusai kuliah umum di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (6/12). 

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Yayasan Yap Thiam Hien, Rabu (6/12), mengadakan kuliah umum di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh. Prof Eric Stover, Human Rights Center dari University of California Berkeley School of Law, Amerika Serikat (AS), yang tampil sebagai pemateri membahas tentang penyelidikan forensik terhadap korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di beberapa negara seperti Argentina, Bosnia, dan Guatemala.

Menurut Prof Eric, investigasi forensik bertujuan untuk meluruskan kembali catatan sejarah sekaligus mengetahui siapa yang menjadi korban dan bagaimana korban tersebut meninggal. Pekerjaan tersebut, menurut Eric, merupakan proyek bersama yang melibatkan negara, tim forensik, dan keluarga.

Selain untuk melindungi keluarga dan mencari kebenaran yang terjadi, lanjutnya, investigasi itu juga untuk mengungkapkan sejarah sebenarnya. “Investigasi forensik ditekankan pada keluarga dan fokus pada manusia. Sebab, yang ingin dicari adalah keadilan dan mempertemukan kembali keluarga yang terpisah,” ujarnya.

Prof Eric mencontohkan pembantaian di Argentina dan Bosnia yang mengakibatkan hilangnya generasi karena penculikan dan pembunuhan. Untuk itu, ia mengajak mahasiswa dan civitas akademika Unsyiah lebih fokus menyuarakan HAM dan terlibat dalam penyelesaian konflik.

Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng, menambahkan, perlindungan HAM harus melibatkan semua pihak sehingga menjadi kesadaran kognitif bagi publik. Sebagai contoh, sebutnya, di Aceh sudah ada Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) sebagai mekanisme alternatif untuk menyelesaikan masalah HAM di masa lalu.

Ketua Umum Yayasan Yap Thiam Hien, Todung Mulya Lubis, mengatakan kuliah umum itu merupakan agenda tahunan yang digelar pihaknya pada beberapa kota di Indonesia. Selain di Banda Aceh, kegiatan serupa juga akan berlangsung di Jakarta. Salah satu pertimbangan pihaknya mengundang Prof Eric ke Aceh, sebut Todung, karena Aceh memiliki banyak masalah dan pengalaman terkait isu HAM. Ia berharap kehadiran Prof Eric di Unsyiah dapat memberi pemahaman yang baik serta membuka perspektif baru tentang hak asasi manusia.

Turut hadir dalam kuliah umum itu perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM, Prof Yusny Saby, Majelis Adat Aceh (MAA), para dekan, LSM, dan ratusan mahasiswa.(rel/jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help