SerambiIndonesia/

HAMAS: Keputusan Donald Trump Akui Jerusalem Ibu Kota Israel akan 'Membuka Gerbang Neraka'

Ismail Ridwan- mengatakan keputusan Presiden Trump akan 'membuka gerbang neraka' bagi semua kepentingan AS di kawasan.

HAMAS: Keputusan Donald Trump Akui Jerusalem Ibu Kota Israel akan 'Membuka Gerbang Neraka'
EPA
Sejumlah warga Palestina sudah menggela aksi unjuk rasa menentang rencana Presiden Trump memindahkan ibu kota Israel ke Yerusalem. 

SERAMBINEWS.COM - Seperti sudah diduga sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan secara resmi pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke kota itu, Rabu (06/12).

"Hari ini Yerusalem adalah kursi bagi pemerintah modern Israel, rumah bagi parlemen Israel, Knesset, rumah bagi Mahkamah Agung," tuturnya dalam pernyataan pers di Gedung Putih.

Tak lama setelah pengumuman itu, PBB langsung mengecamnya, yang disampaikan langsung oleh Sekjen Antonio Guterres di New York.

"Dalam momen yang amat mencemaskan ini, saya ingin membuat jelas. Tidak ada alternatif bagi penyelesaian dua negara. Tidak ada rencana B."

"Saya akan menggunakan semua hal dalam wewenang saya untuk mendukung para pemimpin Israel dan Palestina kembali ke perundingan yang berarti," tegas Guterres kepada para wartawan.

Penentangan atas keputusan Presiden Trump sejak awal diduga akan memicu unjuk rasa.
Penentangan atas keputusan Presiden Trump sejak awal diduga akan memicu unjuk rasa. (AFP)

Sedangkan kelompok militan Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza -lewat seorang pejabatnya, Ismail Ridwan- mengatakan keputusan Presiden Trump akan 'membuka gerbang neraka' bagi semua kepentingan AS di kawasan.

Ridwan juga mendesak negara-negara Arab dan Islam memutus hubungan politik dan ekonomi dengan kedutaan besar Amerika Serikat dan mengusir duta besarnnya untuk melumpulkan keputusan itu.


Presiden Trump memperlihatkan dokumen pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israe yang sudah ditandatanganinya.
Presiden Trump memperlihatkan dokumen pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israe yang sudah ditandatanganinya. (Reuters)

Sementara itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu segera mengeluarkan pernyataan yang memuji.

"Ini merupakan hari bersejarah. Kota itu sudah menjadi ibu kota Israel selama hampir 70 tahun. Yerusalem menjadi fokus dari harapan kami, mimpi kami, doa kami untuk tiga milenia. Yerusalem sudah menjadi ibu kora umat Yahudi selama 3.000 tahun."

Sebelum pengumuman Presiden Trump ini sejumlah pemimpin dunia sudah lebih dulu memperingatkan agar pemindahan ibu kota itu tidak sampai ditempuh.

Sejumlah warga Palestina sudah menggela aksi unjuk rasa menentang rencana Presiden Trump memindahkan ibu kota Israel ke Yerusalem.
Sejumlah warga Palestina sudah menggela aksi unjuk rasa menentang rencana Presiden Trump memindahkan ibu kota Israel ke Yerusalem. (EPA)
Halaman
123
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help