SerambiIndonesia/

HAMAS: Keputusan Donald Trump Akui Jerusalem Ibu Kota Israel akan 'Membuka Gerbang Neraka'

Ismail Ridwan- mengatakan keputusan Presiden Trump akan 'membuka gerbang neraka' bagi semua kepentingan AS di kawasan.

HAMAS: Keputusan Donald Trump Akui Jerusalem Ibu Kota Israel akan 'Membuka Gerbang Neraka'
EPA
Sejumlah warga Palestina sudah menggela aksi unjuk rasa menentang rencana Presiden Trump memindahkan ibu kota Israel ke Yerusalem. 

Paus Fransiskus mengatakan tidak bisa mendiamkan keprihatinan mendalam atas situasi yang muncul dalam beberapa hari belakangan.

"Pada saat yang sama, saya memohon dengan sangat agar semua menghormati status quo (keadaan sementara) kota itu, sejalan dengan resolusi-resolusi PBB yang relevan."

Sementara Cina dan Rusia mengungkapkan kekhawatiran bahwa langkah tersebut akan mengarah pada ketegangan di kawasan.

Para pemimpin Israel akan melihat pengumuman Presiden Trump sebagai koreksi atas sejarah ketidakadilan.

Masalah ini sudah lama menjadi sumber rasa frustasi Israel bahwa Amerika Serikat -sekutu erat mereka- tidak memiliki kedutaan besar di Yerusalem atau secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas kota itu, tempat duduknya pemerintahan Israel dan memiliki sejarah Yahudi selama 3.000 tahun.

Yerusalem merupakan tempat situs-situs suci yang penting bagi pemeluk Yudaisme, Islam, dan Kristen.
Yerusalem merupakan tempat situs-situs suci yang penting bagi pemeluk Yudaisme, Islam, dan Kristen. (AFP)

Namun Presiden Otorita Palestina, Mahmoud Abbas -seperti para pemimpin dunia Arab lainnya- sejak awal memperingatkan bahwa keputusan memindahkan kedutaan besar akan merusak upaya perundingan damai yang ditengahi Washington untuk mencapai yang disebut sebagai 'kesepakatan akhir'.

Palestina ingin Yerusalem Timur yang diduduki itu menjadi ibu kota bagi negara masa depan mereka dan di masa lalu bahkan perubahan kecil sekalipun, khususnya di kompleks Masjid al-Aqsa yang dikenal sebagai Temple Mount, memicu kekerasan.

Dan kelompok Islam radikal, Hamas, sudah memperingatkan bahwa Amerika Serikat bisa memicu perlawanan baru Palestina dengan pemindahan kedutaan besarnya.

Kenapa status Yerusalem amat peka?
Masalah tentang status Yerusalem ini akan membawa ke akar konflik antara Israel dan Palestina, yang mendapat dukungan dari negara Arab dan umat Islam dunia.

Kota ini merupakan tempat situs-situs suci yang penting bagi pemeluk Yudaisme, Islam, dan Kristen, khususnya Yerusalem Timur.

Halaman
123
Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help