SerambiIndonesia/

Jalan Tertutup Longsor Siswa Terobos Lumpur

Akibat badan jalan Peureulak-Lokop tertutup longsoran tanah, para siswa di Kecamatan Serbajadi (Lokop)

Jalan Tertutup Longsor Siswa Terobos Lumpur
SERAMBI/SAIFUL BAHRI
Jalan KKA yang merupakan jalan lintas Aceh Utara ke Bener Meriah, yang sempat longsor beberapa hari lalu di dua titik, kini sudah selesai diperbaiki, Rabu (7/12/2017). 

IDI - Akibat badan jalan Peureulak-Lokop tertutup longsoran tanah, para siswa di Kecamatan Serbajadi (Lokop), Aceh Timur, dari Gampong Bunin hingga Rampah, terpaksa menerobos jalan alternatif yang berlumpur untuk bisa ke sekolah mereka yang berada di pusat kecamatan.

Amatan Serambi di lokasi, Rabu (6/12) pagi, sejumlah pelajar menggunakan sepeda motor terpaksa mencari jalan alternatif yang tak beraspal, karena jalan antarkecamatan dan kabupaten yang merupakan akses utama di kawasan itu, hingga kemarin masih tertutup longsor. Mereka berjuang menerobos lumpur hingga seragam mereka kotor dan basah, demi bisa sampai ke sekolah untuk mengikuti ujian semester.

“Kami harus segera sampai di sekolah, karena hari ini kami ujian,” ungkap seorang siswi SMKN Lokop, kepada Serambi, pagi kemarin. Mereka harus menempuh jarak yang lumayan jauh karena harus memutar melalui jalan alternatif yang terjal dan berlumpur.

Di tengah cuaca hujan, puluhan pelajar memaksa sepeda motornya agar bisa menembus lumpur yang tebalnya mencapai 30 Cm. Tak jarang mereka terpeleset dan bermandikan lumpur karena sepeda motornya tergelincir di lumpur. Namun kemudian mereka membersihkan diri dan seragamnya dengan air genangan di pinggir jalan.

Guru SMKN Lokop yang ditemui Serambi, kemarin, mengaku bahwa ujian semester kali ini sangat terganggu dengan putusnya jalan lintas Peureulak-Lokop akibat tertutup material longsor yang sudah beberapa hari ini belum juga tuntas dibersihkan.

“Kami berharap material longsor bisa segera dibersihkan. Apalagi, jalan yang tertutup longsor ini merupakan akses utama bagi masyarakat dan pelajar,” kata Amir Mahmud, guru SMKN Lokop.

Pantauan Serambi di lokasi longsor, penanganan berjalan lamban karena alat berat yang diturunkan hanya satu unit. Sebab, alat berat lainnya yang dimiliki Pemkab Aceh Timur diturunkan ke lokasi lain yang mengalami musibah banjir.

Antrean kendaraan dari arah Gayo Lues dan sebaliknya, semakin panjang. Sedangkan material longsor menggunung hingga ketinggian 10 meter dan jalan yang tertimbun mencapai 50 meter.

Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi mengatakan, karena keterbatasan alat berat, pihaknya belum bisa menyingkirkan material longsor. Namun langsung membentuk jalan di atas material longsor agar bisa dilalui kendaraan yang mengantre sejak dua hari lalu.

“Longsor yang terjadi sangat parah, karena itu kami minta bantuan Pemprov Aceh untuk ikut membantu mengatasi longsor ini. Sebab, pemeliharaan jalan ini merupakan tanggungjawab provinsi,” ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah gampong di Aceh Timur, juga masih dilanda banjir, seperti di Gampong Seumanah Jaya, dan Gampong Beurandang (Kecamatan Ranto Peureulak), dengan ketinggian air di badan jalan setinggi 60-70 Cm. Sehingga setiap pengendara sepeda motor yang hendak melintas harus menggunakan sampan yang disewakan warga di lokasi.

Selain itu, di Kecamatan Julok, banjir juga melanda dua gampong yaitu Gampong Seumatang dan Lhok Seuntang. “Namun, tidak ada warga yang mengungsi,” ungkap Zainuddin, Camat Julok.

Sedangkan, empat gampong di Kecamatan Pante Bidari, yang sebelumnya terendam banjir dan menyebabkan puluhan keluarga mengungsi, kini dilaporkan mulai surut dan warga yang mengungsi berangsur kembali ke rumah masing-masing.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help