SerambiIndonesia/

Jalur Bireuen-Takengon Kembali Normal

Lintas Bireuen-Takengon yang amblas di Km 22 kawasan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Bireuen

Jalur Bireuen-Takengon Kembali Normal
BADAN jalan lintas Bireuen-Takengon yang amblas di Km 22 sudah diperbaiki, sehingga arus lalu lintas ke Takengon atau sebaliknya kembali lancar. Foto direkam Rabu (6/12). 

BIREUEN - Lintas Bireuen-Takengon yang amblas di Km 22 kawasan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Bireuen beberapa hari lalu akibat guyuran hujan lebat, sehingga membuat arus lalulintas terganggu, kini sudah normal kembali. Penimbunan dan pemadatan jalan di lokasi yang amblas oleh tim dari Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) Jalan Bireuen-Takengon membuat pengendara bisa kembali melewati jalur lintas tengah Aceh tersebut.

Penimbunan itu dilakukan sejak Selasa (5/12) siang hingga Rabu (6/12) kemarin, sehingga arus lalulintas dari Bireuen ke Takengon atau pun sebaliknya, yang sebelumnya terpaksa diberlakukan sistem buka-tutup, sekarang kembali normal seperti sediakala.

Sejumlah sopir kepada Serambi, Rabu (6/12), mengatakan, ruas jalan yang amblas sudah ditimbun dan dipadatkan, sehingga perjalanannya ke Takengon atau sebaliknya, tidak perlu antre lagi setiba di kawasan itu. Namun, sebutnya, ada beberapa titik lainnya yang perlu segera ditangani, seperti di Km 12 kawasan Desa Seunebok Jalan, dekat jembatan Alue Jati, yang badan jalannya juga tampak amblas. “Bila pengendara tidak hati-hati, dikhawatirkan bisa mengalami kecelakaan lalulintas,” jelasnya.

Budiman, sopir lainnya menambahkan, meski penimbunan di lokasi yang amblas sudah dilakukan, namun dia berharap pemerintah tetap menempatkan alat berat di kawasan itu. “Karena, dengan cuaca yang masih mendung seperti sekarang ini, dikhawatirkan sewaktu-waktu jalan bisa amblas lagi di lokasi ini, atau pada titik lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) Jalan Bireuen-Takengon melalui stafnya Sumardi kepada Serambi, mengatakan, kawasan yang amblas di Km 22 sudah ditangani sementara dengan dilakukan penimbunan dan pemadatan agar arus lalulintas ke Takengon atau sebaliknya lancar. Sedangkan penanganan permanen menjadi program tahun 2018, termasuk beberapa titik kerusakan dan longsor lainnya di lintasan Bireuen-Takengon tersebut. “Mudah-mudahan ke Takengon sudah lancar dan tidak ada masalah lagi untuk sementara, karena pada titik yang amblas sudah ditimbun dan dipadatkan,” ucapnya.

Jalan KKA yang merupakan jalan lintas Aceh Utara ke Bener Meriah, yang sempat longsor beberapa hari lalu di dua titik, kini sudah selesai diperbaiki. Sehingga, mulai Rabu (6/12) kemarin, sudah bisa dilintasi lagi secara normal.

Untuk diketahui, pada Minggu (3/12) siang, jalan lintas KKA longsor yang terjadi di Km 32 dan Km 39, masih dalam Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Longsor ini terjadi akibat tingginya curah hujan di kawasan tersebut. Khusus longsor yang terjadi di Km 39 mengakibatkan hampir setengah badan jalan rusak, namun kendaraan masih bisa melintas. Sedangkan longsor terparah terjadi di Km 32, di mana hampir seluruh badan jalan ambruk, sehingga sangat sulit dilintasi kenderaan roda empat.

Kapolres Lhokseumawe, AKPB Hendri Budiman melalui Kasat Lantas Iptu Mulyana menyebutkan, usai longsor pihaknya bersama masyarakat langsung berupaya memperbaiki jalan yang amblas, sehingga kala itu jalan bisa dilintasi kendaraan dengan bobot ringan. Setelah itu, jalan kemudian diperbaiki dengan mengerahkan sejumlah alat berat, sehingga kini sudah normal kembali dan masyarakat sudah bisa melintas secara aman.

“Namun begitu, kita tetap meminta masyarakat terus waspada karena dengan potensi curah hujan tinggi. Situasi ini tentu membuat kemungkinan terjadinya longsor susulan tetap ada. Di samping itu, bagi pengemudi bila mengantuk agar istirahat, jangan dipaksakan untuk terus menyetir yang bisa menyebabkan kecelakaan,” imbau Iptu Mulyana.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help