SerambiIndonesia/

Lawan Amerika Serikat dan Israel, Hamas Serukan Rakyat Palestina Lakukan Intifada

Pemimpin Hamas, Ismail Haniya berujar, kebijakan Israel yang mendapat dukungan AS tidak bisa mereka lawan.

Lawan Amerika Serikat dan Israel, Hamas Serukan Rakyat Palestina Lakukan Intifada
EPA
Sejumlah warga Palestina sudah menggela aksi unjuk rasa menentang rencana Presiden Trump memindahkan ibu kota Israel ke Yerusalem. 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM TIMUR - Pemimpin organisasi sayap militer Palestina, Hamas, menyerukan kepada seluruh rakyat Palestina agar menggelar Intifada kepada Israel.

Pernyataan ini sebagai reaksi atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pemimpin Hamas, Ismail Haniya berujar, kebijakan Israel yang mendapat dukungan AS tidak bisa mereka lawan.

"Kecuali jika kami melakukan Intifada baru," tegas Haniya dikutip kantor berita AFP Kamis (7/12/2017).

(Baca: Cerita Mengerikan Wanita Rohingya, Diperkosa, Anak Dibunuh dan Suami Ditembak Tentara Myanmar)

(Baca: Bahas Jerusalem, Delapan Negara Ini Desak Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan Darurat)

Intifada berasal dari Bahasa Arab yang berarti "membuat gemetar".

Kata ini sering dipakai untuk menggambarkan perlawanan senjata terhdap pihak penindas. Dalam terjemahan bebas Inggris, Intifada sering diartikan sebagai "Pemberontakan".

Konsep Intifada pertama kali digunakan di Irak pada 1952 silam.

Saat itu, kaum Sosialis dan Komunis turun ke jalan, memprotes Monarki Hashemite. Saat itu, Irak terinspirasi dari Revolusi Mesir.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help