SerambiIndonesia/

Lokasi Wisata Porak Poranda

Sejumlah lokasi dan fasilitas pendukung wisata di bibir pantai laut Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat

Lokasi Wisata Porak Poranda
Pantai Bali, Desa Ladang, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya dilanda Abrasi, akibat hujan lebat disertai tingginya gelombang pasang, yang melanda Abdya beberapa hari terakhir, Selasa (5/12). SERAMBI /RAHMAT SAPUTRA 

* Diterjang Ombak Besar

BLANGPIDIE- Sejumlah lokasi dan fasilitas pendukung wisata di bibir pantai laut Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), porak poranda diterjang ombak besar dalam cuaca buruk selama dua pekan terakhir. Peristiwa abrasi pantai (gerusan ombak) yang yang terus terjadi hingga Selasa (5/12) kemarin, mengakibatkan pengelola objek wisata setempat menderita kerugian besar. Beberapa di antara mereka terancam kehilangan lokasi atau tempat berusaha akibat ‘dimakan’ abrasi yang semakin parah.

Panglima Laot Kabupaten Abdya Hasanuddin kepada Serambi, Selasa (5/15) menjelaskan, peristiwa ombak besar yang menerjang kawasan wisata di bibir pantai terjadi selama cuaca buruk, berupa angin kencang dan curah hujan tinggi dalam kurun waktu 15 hari terakhir.

Lokasi wisata yang mengalami kerusakan parah adalah Pantai Bali di Desa Ladang, dan Pantai Jilbab di Desa Keudai Susoh dan Desa Panjang Baru. Abrasi pantai di Kecamatan Susoh juga terjadi di Desa Palak Kerambil dan pantai dekat Kuala Sangkalan, Desa Rubek Meupayong.

Peristiwa ombak besar di Pantai Bali telah memporak-porandakan fasilitas pendukung wisata di lokasi tersebut. Misalnya saja kolam pemandian anak-anak milik Ny Ida, berikut pondok-pondok wisata ukuran 2 x 2 meter ambruk dihantam abrasi.

Beberapa pondok wisata (kafe) kecil milik warga lain di lokasi tersebut juga mengalami nasib yang sama. “Pantai yang menjadi tempat renovasi boat pancing telah berubah menjadi laut. Abrasi juga merusak kandang kerbau dekat Kuala Cangkoi,” kata Hasanuddin, Panglima Laot Abdya. Terjangan ombak besar juga merusak banyak pondok wisata di Pantai Jilbab.

Sejumlah bangunan pondok wisata dari bahan kayu berukuran 2x2 m dan 2x3 m yang ambruk dihantam ombak, antara lain milik Cokani, Nijam, Afriadi, Mukhlis, dan Rahmat. “Selain mengalami kerugian lumayan besar, pengelola objek wisata itu terancam kehilangan tempat berusaha, karena lokasi pondok sudah berubah menjadi tempat pecahan ombak,” kata Hasanuddin.

Pantai Jilbab dan Pantai Bali merupakan objek wisata terkenal dan terus berkembang di Kabupaten Abdya. Pada hari-hari libur kerja, lokasi ini dipadati pengunjung, bukan saja warga Abdya berbagai pelosok dan dari luar daerah. Melihat potensi wisata yang besar, menurut Hasanuddin, sangat mendesak tindakan penyelamatan pantai yang ditelan abrasi berulang kali.

Untuk ini Pemkab Abdya diharapkan melakukan penanggulangan dengan membangun tanggul pengaman dari bahan batu gajah. Pembangunan tanggul dari batu gajah harus melalui perencanaan yang matang, sehingga tidak merugikan nelayan yang memiliki boat pancing. Dalam hal ini, Panglima Laot Abdya itu menyarankan agar pondasi tanggul dicor beton terlebih dulu, tidak seperti yang dilakukan selama ini. Selain itu, tanggul kolam labuh PPI Ujong Serangga juga perlu disempurnakan.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help