SerambiIndonesia/
Home »

Sport

Milla Puji Kekuatan Kirgizstan  

Pelatih Indonesia, Luis Milla secara terbuka memuji tentang kekuatan timnas Kirgizstan yang tampil sebagai juara

Milla Puji Kekuatan Kirgizstan   

BANDA ACEH - Pelatih Indonesia, Luis Milla secara terbuka memuji tentang kekuatan timnas Kirgizstan yang tampil sebagai juara turnamen sepak bola internasional Aceh World Solidarity Cup (AWSC) 2017, di Stadion Harapan Bangsa, petang kemarin. Dalam duel itu, Indonesia menyerah 0-1.

Milla mengatakan, perjuangan Evan Dimas cs sudah maksimal. Bahkan mereka bermain sesuai dengan skenario. Namun, Luis Milla mengakui tim Kirgizstan sangat kuat dengan pola menyerang. Pelatih asal Spanyol itu menyebutkan, kalau Kirgizstan menjadi tim terkuat dalam turnamen itu.

Setelah 40 pertama, tambah Milla, serangan sektor tengah mulai melemah sehingga memaksanya menarik Muhammad Arfan dan digantikan Saddil Ramdani, Ricky Fajrin Saputra digantikan Ilija Spasojevic. Namun pergantian ini juga tak mampu merubah keadaan. “Banyak pelajaran yang didapat dalam pertandingan melawan Kirgizstan. Sistem pertahanan yang padu membuat pemainnya sangat sulit untuk mencetak gol,” ungkapnya.

Meskipun selalu kandas, ia mengaku semua pemain Indonesia sudah bermain maksimal dan tak ada yang menyerah. Menjadi kendala bagi Indonesia yang bertubuh lebih pendek untuk mengalahkan Kirgizstan dengan postur tinggi.

“Pengalaman melawan Kirgizstan akan menjadi pelajaran untuk melawan tim lain. Kami akan mencari solusi untuk mengatasi permainan menghadapi tim seperti Kirgizstan”, pungkas Luis Milla.

Sementara Pelatih Kirgizstan, Igor Kudrenko mengatakan, timnya telah bermain baik. Tidak ada masalah dengan kondisi lapangan dan cuaca hujan, karena sebelumnya sudah dianalisa dengan baik. Kudrenko mengatakan, belajar dari beberapa pertandingan sebelumnya, ia menilai pemain Indonsia sangat kuat di babak terakhir. Untuk itulah, ia memaksimalkan serangan sejak menit awal. “Taktik kami berhasil ketika sukses menciptakan gol di menit 20,” sebutnya.

Ia mengakui, semua instruksi darinya sudah dilaksanakan dengan baik oleh pemain, sehingga mereka mampu merebut kemenangan dalam laga penentuan. Sejumlah peluang gol juga diciptakan pemain Kirgizstan, namun tidak mampu menambah gol.

Igor Kudrenko mengatakan, jika AWSC digelar tahun depan, maka mereka bersedia ikut jika diundang. Namun, ia menyarankan agar dibangun stadion lain sebagai lapangan alternatif jika lapangan turnamen tahun ini tergenang air hujan. “Sebaiknya untuk turnamen internasional harus ada stadion lain sebagai pengganti, jika lapangan utama mengalami masalah,” pungkas Kudrenko.(min)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help