SerambiIndonesia/

Pernah Bergerilya saat Konflik hingga Jadi Fotografer, Chaideer Gelar Pameran Foto Tunggal di Jerman

Pameran foto tersebut berlangsung sejak 5 sampai 18 Desember 2017 di pusat Kota Berlin. Chaideer berada di Jerman sejak 2-8 Desember.

Pernah Bergerilya saat Konflik hingga Jadi Fotografer, Chaideer Gelar Pameran Foto Tunggal di Jerman
IST
Chaideer Mahyuddin menunjukkan foto-fotonya pada pembukaan pameran foto di Kota Berlin, Jerman, Selasa (5/12/2017) waktu Jerman. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bagi kalangan jurnalis di Banda Aceh, namanya sangat tidak asing. Abu, begitu ia dipanggil rekannya sehari-hari.

Nama lahirnya Chaideer Mahyuddin. Pria kelahiran 1975 di Lamno Aceh Jaya, yang kini menjadi seorang fotogarfer dan bekerja pada kantor berita Agence France-Presse (AFP).

Chaideer, bukanlah seperti jurnalis pada umumnya. Ia punya pengalaman menarik sebelum terjun dalam dunia jurnalistik.

Chaideer adalah salah satu pemuda Aceh yang ikut bergerilya bersama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat konflik Aceh berkecamuk, medio 2000-2004 silam.

Suami dari Eliyana ini, ikut berjuang bersama kombatan GAM kala itu, di kawasan Meureuhom Daya atau yang kini dikenal dengan Lamno, Aceh Jaya.

Pascaperjanjian damai antara RI dengan GAM 15 Agustus 2005 silam, Chaideer bersama rekan-rekannya kembali ke masyarakat.

Ia hidup seperti biasa dan meniti kembali kariernya sebagai kepala keluarga yang tentu harus melanjutkan hidupnya.

(Baca: Mengapa Hasan Tiro Memproklamirkan GAM pada 4 Desember? Ternyata Ini Alasannya)

(Baca: Milad Ke-41 GAM, Kisah Gunung Halimun yang Penuh Misteri)

(Baca: Milad ke-41 GAM, 11 Fakta Syahidnya Panglima GAM Abdullah Syafii, Nomor 7 Syahid Bersama Sang Istri)

Halaman
1234
Penulis: Subur Dani
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help