SerambiIndonesia/

Pernah Bergerilya saat Konflik hingga Jadi Fotografer, Chaideer Gelar Pameran Foto Tunggal di Jerman

Pameran foto tersebut berlangsung sejak 5 sampai 18 Desember 2017 di pusat Kota Berlin. Chaideer berada di Jerman sejak 2-8 Desember.

Pernah Bergerilya saat Konflik hingga Jadi Fotografer, Chaideer Gelar Pameran Foto Tunggal di Jerman
IST
Chaideer Mahyuddin menunjukkan foto-fotonya pada pembukaan pameran foto di Kota Berlin, Jerman, Selasa (5/12/2017) waktu Jerman. 

Namun, Chaideer memilih untuk pelan-pelan menguburkan masa lalunya, ia bahkan tak terlibat dalam politik praktis --kompensasi perang bagi eks GAM untuk memperjuangkan hak-hak Aceh melalui pemerintah dan parlemen-- seperti sahabat-sahabatnya yang lain.

Chaideer memilih untuk bekerja lepas. Pascatsunami 2004 lalu, Chaideer dipercaya untuk bekerja pada NGO asing, kecakapannya berbahasa asing membawa Chaideer pada kesuksesan dalam pekerjaannya kala itu.

Dari situ, ayah dua anak ini seperti menemukan dunia barunya. Ia kemudian mengasah karier foto jurnalistiknya bersama media lokal, nasional, hingga internasional.

Cerita singkat di atas hanya sepenggal kisah Chaideer. Ia tak pernah mau bercerita panjang lebar soal itu.

"Itu cerita lama tak usah kita omongin lagi, yang jelas saya benci kekerasan," ungkap Chaideer kepada Serambinews.com.

Perjuangan Chaideer menjadi seorang fotografer berbuah hasil, karya-karya Chaideer kerap menghiasi media-media nasional dan internasional.

Chaideer saban hari merekam berbagai kejadian di Aceh, sejak tsunami, proses perdamaian, rehab rekon, syariat Islam, budaya, hingga potensi wisata dan alam Aceh.

Dari balik lensanya, Chaideer merekam setiap momen-momen penting di Aceh dan membuka mata dunia tentang Aceh saat ini. Dedikasinya terhadap dunia jurnalistik dan Aceh sangat tinggi.

Karena dua hal tersebut, Chaideer terpilih oleh Watch Indonesia dan Goethe Institute untuk menggelar pameran foto tunggal di Kota Berlin, Jerman.

Ia dianggap fotografer dengan segudang prestasi melalui karya-karyanya. Chaideer juga menjadi contoh, bahwa suksesnya reintegasi dan rekonsiliasi pascakinflik di Aceh. Chaideer mampu meninggalkan image konflik dan berubah menjadi seorang yang 'baru'.

Halaman
1234
Penulis: Subur Dani
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help