SerambiIndonesia/

Pusat Layanan Autis Diluncurkan

Pusat Layanan Autis (PLA) Aceh, di Jalan Malikul Saleh, Gampong Lamlagang, Kecamatan Banda Raya

Pusat Layanan Autis Diluncurkan
Anak-anak penderita down syndrome dan Autisme melakukan jalan kaki dari Taman Putroe Phang menuju Blangpadang, Banda Aceh. SERAMBI/BUDI FATRIA 

BANDA ACEH - Pusat Layanan Autis (PLA) Aceh, di Jalan Malikul Saleh, Gampong Lamlagang, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Rabu (6/12), diluncurkan. Peluncuran pusat layanan di bawah Dinas Pendidikan Aceh yang sudah setahun beroperasi tersebut dilakukan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Ir Nova Iriansyah MT.

Dalam sambutannya, Wagub mengatakan, kehadiran PLA diharapkan penanganan anak autis di Aceh dapat dilakukan sejak dini, lebih intensif, dan terfokus. “Harapan besar kami, anak autis di Aceh bisa disembuhkan dan nanti akan mampu berinteraksi dengan masyarakat seperti anak-anak lain pada umumnya,” ujar Wagub.

Nova mengatakan, autis bukanlah penyakit, tapi gangguan perkembangan yang bisa disembuhkan dengan sistem intensif dan terpadu. Wagub optimis penerapan konsep applied behavior dnalysis (ABA) atau terapi perilaku yang dilakukan PLA Aceh dapat mengurangi jumlah autis. “Terapi ini terbukti mampu memberi perkembangan besar bagi anak autis,” jelasnya.

Kadis Pendidikan Aceh, Drs H Laisani MSi mengatakan, pihaknya akan terus mendukung metode ‘Smart ABA’ dengan mengirim tenaga terapi untuk mengikuti pelatihan di Bekasi. Ditambahkan, PLA Aceh saat ini sedang menangani 28 anak dan 34 lainnya masuk daftar tunggu.

Sementara itu, Konsultan Smart ABA untuk autisme, dr Rudy Sutadi SpA MARS SpdI, mengatakan, autis bisa disembuhkan dengan metode ABA, yang mengajarkan kemampuan bicara, bahasa, akademik, sosial, dan kemandirian pada anak. “Satu anak harus ditangani satu terapis dan asisten. Terapinya minimal 40 jam seminggu,” tukasnya.

Ketua Pusat Layanan Autis Aceh, Drs Helmizar mengatakan, fasilitas yang ada di tempat itu saat ini sebenarnya belum memenuhi standar. Seharusnya, menurut Helmizar, anak autis ditangani dalam ruangan 3x3 meter yang dilengkapi CCTV dan monitor di luar ruangan. “Tapi, di tempat kita baru dua ruangan yang dipasang perangkat ini. Namun, fasilitas tersebut jauh lebih baik dari PLA lain di Indonesia,” ujar Helmizar seraya menyebutkan PLA sudah menyembuhkan seorang anak autis selama setahun beroperasi.

Ditambahkan, PLA Aceh memiliki empat terapis yang sudah mendapat pelatihan khusus autis selama 4 bulan. Selain itu, gedung tersebut juga memiliki ruangan khusus relaksasi untuk anak autis marah-marah. “Di dalamnya ada lampu berputar dan berkelap-kelip yang sudah dipasangi sensor. Saat anak marah, lampu itu akan bergerak otomatis,” jelasnya. Bagi siapa saja yang ingin menitipkan anak autis ke tempat tersebut, tambah Helmizar, bisa mendaftar langsung ke PLA Aceh.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help